Pantai Newport, California – Pariwisata global memasuki fase pertumbuhan bersejarah—tetapi tanpa kepemimpinan dan tata kelola yang lebih kuat, pertumbuhan tersebut dapat menimbulkan kerugian.
Itulah pesan utama yang disampaikan oleh Gloria Guevara, Presiden dan CEO Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia (World Travel & Tourism Council).WTTC), selama presentasi utama di KTT CEO Destinations International 2026 di Newport Beach, California.
Di hadapan para CEO destinasi dan pemimpin senior pariwisata, Guevara menggambarkan dekade berikutnya sebagai peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya sekaligus ujian yang menentukan bagi industri ini.

Masa Depan Senilai $16.5 Triliun—dan Ekspektasi yang Meningkat
Menurut WTTC Berdasarkan data yang dipresentasikan di KTT tersebut, sektor perjalanan dan pariwisata berada di jalur yang tepat untuk memberikan kontribusi. $16.5 triliun terhadap PDB global pada tahun 2035, mendukung 462 juta pekerjaan di seluruh dunia.
Sektor ini telah mencapai rekor tertinggi, dengan Kontribusi PDB sebesar $11.7 triliun pada tahun 2025 dan 371 juta pekerjaan didukung secara global, yang menggarisbawahi perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi terkuat di dunia.
Namun Guevara menekankan bahwa skala saja bukanlah tujuan utamanya.
Industri ini tidak lagi hanya pulih—tetapi juga mendefinisikan kembali masa depannya.
Empat Pergeseran Struktural yang Membentuk Kembali Perjalanan

Inti dari presentasi Guevara adalah kerangka kerja yang jelas yang menguraikan empat kekuatan yang secara fundamental mengubah permintaan perjalanan:
- Pasar negara berkembang—khususnya di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika—mendorong pertumbuhan baru, memperluas jangkauan geografis pariwisata.
- Perjalanan domestik, yang kini hampir tiga kali lebih besar dari ukuran internasional, telah menjadi penstabil dan fondasi pertumbuhan jangka panjang.
- Pengalaman premium dan mewah mengubah cara penciptaan nilai, dengan para pelancong memprioritaskan kualitas, keaslian, dan keberlanjutan daripada kuantitas.
- A pergeseran generasiDipimpin oleh konsumen yang lahir di era digital dan berpegang pada nilai-nilai, hal ini mendefinisikan ulang ekspektasi di seluruh perjalanan wisata.
Bagi para pemimpin destinasi, perubahan ini menandakan pergeseran dari strategi tradisional yang berfokus pada volume menuju pendekatan yang lebih terarah dan berorientasi pada pengalaman.
Dari Ekspansi ke Tata Kelola
Pesan Guevara yang paling tajam berfokus pada apa yang ia gambarkan sebagai transisi kritis: dari pertumbuhan menuju pengelolaan.
Seiring dengan meningkatnya skala perjalanan, destinasi wisata menghadapi tekanan yang semakin besar—mulai dari pariwisata berlebihan dan beban infrastruktur hingga dampak lingkungan dan kekurangan tenaga kerja.
WTTCAgenda prioritas mencerminkan pergeseran ini, menyoroti perlunya:
- Mengelola kepadatan penduduk dan dampak destinasi
- Mempercepat Aksi iklim dan inisiatif keberlanjutan
- Leverage AI, robotika, dan inovasi digital
- Lihat lebih lanjut konektivitas dan koridor perjalanan baru
- Alamat kesenjangan talenta dan pengembangan tenaga kerja
- Aktifkan Perjalanan yang aman dan lancar melalui standar digital dan biometrik.
Bagi para pemimpin destinasi yang hadir di ruangan itu, pesannya jelas: kesuksesan akan semakin diukur bukan hanya dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari seberapa baik destinasi tersebut dikelola.
Pertumbuhan Global Bergeser ke Timur dan Selatan
Guevara juga menyoroti penyeimbangan kembali yang signifikan dalam pertumbuhan pariwisata global.
WTTC proyeksi menunjukkan Kawasan Asia-Pasifik akan memimpin dekade mendatang., dengan PDB sektor pariwisata diperkirakan akan meningkat dari $3.5 triliun pada tahun 2025 menjadi $6 triliun pada tahun 2035, jauh melampaui wilayah lain.
Pada saat yang sama, Timur Tengah dan Afrika muncul sebagai pasar dengan pertumbuhan tinggi, yang mencerminkan diversifikasi permintaan global yang lebih luas.
Bagi organisasi destinasi, ini berarti meningkatnya persaingan—dan peluang baru—di pasar global yang lebih terdistribusi.
Ketahanan Diuji oleh Geopolitik
Guevara juga membahas dampak gangguan geopolitik, dengan menunjuk konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung sebagai studi kasus tentang kerentanan dan ketahanan.
WTTC memperkirakan situasi ini merugikan sektor tersebut Pengeluaran wisatawan internasional mencapai 600 juta dolar AS per hari., sementara mempengaruhi wilayah yang mencakup 14% dari lalu lintas transit global.
Meskipun demikian, ia mencatat bahwa perjalanan dan pariwisata secara konsisten menunjukkan kemampuan untuk pulih dengan cepat—seringkali dalam hitungan bulan—asalkan kondisi yang tepat terpenuhi.
Seruan untuk Memimpin dengan Cara yang Berbeda
Bagi para peserta Destinations International CEO Summit—sebuah acara yang dirancang untuk mengeksplorasi tuntutan kepemimpinan yang terus berkembang— WTTC Presentasi tersebut memperkuat tema sentral: peran para pemimpin destinasi mengalami perubahan mendasar.
Seiring sektor ini bergerak ke arah mendukung satu dari tiga pekerjaan baru secara global pada tahun 2035 Para pemimpin diminta untuk menyeimbangkan:
- Pertumbuhan ekonomi
- Kesejahteraan masyarakat
- Tanggung jawab lingkungan
- Transformasi teknologi
Kesimpulan Guevara jelas: masa depan pariwisata tidak hanya akan ditentukan oleh seberapa cepat pertumbuhannya, tetapi juga oleh seberapa baik pengelolaannya.
Intinya untuk Destinasi Wisata
Di Newport Beach, pesan dari WTTC sangat beresonansi:
Fase selanjutnya dari pariwisata global akan membutuhkan kepemimpinan yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.
Bagi para CEO destinasi yang menavigasi lanskap yang semakin kompleks, tantangannya bukan lagi sekadar menarik pengunjung—tetapi memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memberikan nilai berkelanjutan bagi tempat, masyarakat, dan planet ini.



Tinggalkan Komentar