Selamat Datang di eTurboNews | eTN   Klik untuk mendengarkan teks yang disorot! Selamat Datang di eTurboNews | eTN

Klik disini ijika Anda punya berita untuk dibagikan

Berita Industri Perjalanan AS Berita Perjalanan Terkini eTN Berita Perjalanan Unggulan Berita Presiden Donald Trump Berita Keselamatan Perjalanan

Pariwisata AS Terancam Akibat Ketakutan, Retorika, dan Penggerebekan yang Membuat Pengunjung Takut

UDARA ES
Ditulis oleh Juergen T Steinmetz

Pesan Natal Presiden Trump yang memecah belah dan razia ICE yang terus berlanjut mengirimkan sinyal global yang jauh melampaui politik AS. Bagi para pelancong, rasa takut dan ketidakpastian merusak kepercayaan, sentimen, dan pemesanan. Seiring dengan mengerasnya nada Amerika, Brand USA menghadapi krisis yang tersembunyi: pengunjung jarak jauh ragu-ragu, dan keraguan adalah musuh pariwisata yang paling mahal saat ini secara global.

Pagi Natal di Amerika Serikat tidak dibuka dengan pesan persatuan, melainkan dengan perpecahan.

Saat keluarga berkumpul dan gereja-gereja dipenuhi jemaat, Presiden AS Donald Trump menggunakan pesan Natalnya di Truth Social untuk menyerang lawan-lawan politiknya, menyebut mereka sebagai "sampah kiri" dan mengejek pria "yang mengenakan pakaian wanita." Nada yang digunakan bersifat agresif, berbau budaya, dan jelas-jelas politis — sangat bertentangan dengan bahasa tradisional tentang perdamaian, niat baik, dan persatuan nasional.

Pada saat yang sama, penegakan hukum imigrasi tidak berhenti selama liburan. Di beberapa kota di AS, Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) melanjutkan operasi di lingkungan sekitar, memperkuat iklim ketakutan yang sudah mencengkeram komunitas migran.

Bagi banyak orang di dalam negeri — dan semakin banyak juga bagi mereka yang menonton dari luar negeri — Natal kali ini terasa berbeda.

Ketika Nada Nasional Menjadi Sinyal Pariwisata

Citra merek pariwisata dibentuk oleh berbagai faktor, termasuk: apa yang dikatakan para pemimpin seperti yang ditunjukkan oleh destinasi.

Selama beberapa dekade, Brand USA telah dibangun di atas janji emosional: keterbukaan, kebebasan, keberagaman, dan perasaan bahwa pengunjung datang sebagai tamu — bukan target. Tetapi nada bicara itu penting. Dan selama musim liburan, nada bicara menjadi simbolisme.

Ketika suara yang paling berpengaruh di negara itu memancarkan permusuhan sementara tindakan penegakan hukum terus berlanjut tanpa henti, sinyal yang dikirim ke dunia bukanlah kekuatan — melainkan ketegangan.

Para pelancong internasional menyadari hal ini. Bukan karena mereka mengikuti politik AS secara saksama, tetapi karena... Suasana hati nasional menyebar ke seluruh dunia., diperkuat melalui berita utama, media sosial, dan dari mulut ke mulut.

Dari Kebijakan Imigrasi hingga Persepsi Pariwisata

Liputan Natal tahun ini menyoroti bagaimana banyak keluarga migran memilih tinggal di dalam rumah, melewatkan ibadah keagamaan, dan menghindari pertemuan publik karena takut ditahan. Meskipun cerita-cerita ini berpusat pada imigran, persepsi tidak berhenti sampai di situ.

Para pelancong di luar negeri tidak membedakan secara rinci antara kategori imigrasi atau yurisdiksi penegakan hukum. Sebaliknya, mereka menyerap pesan yang lebih luas: ketidakpastian.

Mereka bertanya:

  • Apakah AS akan terasa ramah saat ini?
  • Akankah perjalanan terasa santai — atau tegang?
  • Apakah perjalanan liburan akan menimbulkan stres emosional?

Sektor pariwisata sangat sensitif terhadap pertanyaan-pertanyaan ini.

Mengapa Rasa Takut Merugikan Pertobatan

gambar 16 | eTurboNews | eTN
Pariwisata AS Terancam Akibat Ketakutan, Retorika, dan Penggerebekan yang Membuat Pengunjung Takut

Dalam istilah pemasaran, kerusakan tersebut muncul secara diam-diam.

Minat terhadap Amerika Serikat tetap tinggi. Orang-orang masih mencari penerbangan ke New York, Florida, California, dan Las Vegas. Tetapi mencari-cari tidak sama dengan memesan.

Operator tur melaporkan keraguan. Perencana acara menunda keputusan. Keluarga menunda perjalanan jarak jauh “sampai keadaan kembali tenang.” Para pelancong yang paling berharga — pengunjung yang tinggal lama, berpenghasilan tinggi, dan melakukan perjalanan jauh — juga merupakan yang paling sensitif terhadap ketidakstabilan yang dirasakan.

Rasa takut tidak perlu rasional agar efektif. Rasa takut hanya perlu ada.

Bagaimana Wilayah Lain Memenangkan Pertempuran Emosional

Tekanan migrasi bersifat global. Eropa, Kanada, dan Timur Tengah semuanya menghadapinya. Tetapi banyak destinasi pesaing berhasil melakukan sesuatu yang saat ini sedang dihadapi AS: perpisahan emosional.

  • Eropa berdebat dengan lantang tetapi tetap menjaga suasana normal bagi para pengunjung.
  • Kanada menekankan prediktabilitas dan ketenangan.
  • Destinasi di Teluk memberlakukan aturan yang ketat namun menyajikannya dalam kejelasan, keteraturan, dan keramahan.

Sektor pariwisata merespons lebih baik terhadap kebijakan yang “ketat namun stabil” daripada kebijakan yang “berisik dan tidak terduga”.

Pengecekan Realita Merek USA

Tidak ada kampanye pemasaran yang dapat meredakan kecemasan nasional.

Merek Amerika Serikat dapat mempromosikan lanskap, budaya, dan kota-kota — tetapi iklan tidak dapat menghapus dampak retorika yang keras, penyerbuan saat liburan, atau perasaan bahwa bahkan Natal pun tidak menawarkan jeda.

Setiap keputusan kebijakan memiliki biaya persepsi. Sektor pariwisata menanggung biaya tersebut terlebih dahulu.

The Bottom Line

Amerika Serikat tidak kehilangan pengunjung karena menegakkan hukumnya.

Hal itu berisiko kehilangan pengunjung ketika penegakan hukum dan permusuhan mendominasi narasi global — terutama pada momen-momen yang seharusnya melambangkan kemanusiaan dan persatuan.

Aset terbesar Brand USA bukanlah semata-mata atraksi wisatanya. Melainkan perasaan bahwa pengunjung bebas untuk menjelajah, merasa diterima, dan bersantai.

Natal kali ini, perasaan itu terasa rapuh. Dan di sektor pariwisata, kerentanan membuat orang enggan melakukan pemesanan.


Tentang Penulis

Juergen T Steinmetz

Juergen Thomas Steinmetz terus bekerja di industri perjalanan dan pariwisata sejak remaja di Jerman (1977).
Dia menemukan eTurboNews pada tahun 1999 sebagai buletin online pertama untuk industri pariwisata perjalanan global.

Tinggalkan Komentar

Klik untuk mendengarkan teks yang disorot!