Selamat Datang di eTurboNews | eTN   Klik untuk mendengarkan teks yang disorot! Selamat Datang di eTurboNews | eTN

Klik disini ijika Anda punya berita untuk dibagikan

Berita Maskapai Berita Bandara Breaking Travel News Bisnis perjalanan Berita Industri Pesiar Berita Perjalanan Terkini eTN Berita Industri Perhotelan Berita Industri Perhotelan Berita Perjalanan Internasional Berita Berita Perjalanan yang Bertanggung Jawab Berita Pendidikan Pariwisata Berita Pariwisata Berita Transportasi Pemimpin Perjalanan & Pariwisata Asosiasi Perjalanan Berita Keselamatan Perjalanan Berita Teknologi Perjalanan Berita Kawat Perjalanan

Pariwisata SADC Harus Go Digital untuk Bertahan

Pariwisata SADC Harus Go Digital untuk Bertahan
Pariwisata SADC Harus Go Digital untuk Bertahan
Ditulis oleh Harry Johnson

Industri pariwisata global telah banyak memanfaatkan teknologi digital dan platform online sebagai komponen penting dalam operasional mereka.

Laporan audit keterampilan Dewan Bisnis Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC) baru-baru ini menekankan pentingnya kebutuhan bagi operator pariwisata di wilayah SADC untuk segera melakukan transformasi digital agar tetap kompetitif.

Industri pariwisata global telah banyak memanfaatkan teknologi digital dan platform online sebagai komponen penting dalam operasional mereka. Meskipun demikian, banyak perusahaan pariwisata di wilayah SADC masih kekurangan kemampuan yang diperlukan untuk sepenuhnya memanfaatkan kemajuan ini.

Penilaian keterampilan SADC mengungkap kekurangan yang signifikan dalam literasi digital, layanan pelanggan, komunikasi, dan kemampuan manajemen. Secara khusus, usaha kecil menghadapi kesulitan karena sebagian besar usaha kecil tidak memiliki keterampilan digital yang mendasar. Hal ini membahayakan potensi pertumbuhan dan kelangsungan hidup jangka panjang perusahaan yang beroperasi di industri pariwisata dan perhotelan.

Temuan-temuan ini juga menunjukkan bahwa sektor pariwisata di kawasan ini sangat bergantung pada usaha kecil dan menengah, yang umumnya kurang memiliki keahlian manajemen dan digital. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar juga menghadapi kesulitan dalam merekrut individu-individu yang memenuhi syarat untuk posisi manajerial, hal ini menunjukkan adanya permasalahan yang luas dalam industri ini.

The Dewan Bisnis SADCKetua sementara SADC, Tshifhiwa Tshivhengwa, menyoroti revolusi digital yang terjadi di industri pariwisata global, dan menyatakan keprihatinan bahwa banyak perusahaan di kawasan SADC berisiko tertinggal. Tshivhengwa menekankan perlunya upaya kolaboratif baik dari sektor publik maupun swasta untuk segera meningkatkan keterampilan karyawan, guna memastikan daya saing SADC.

Selain kompetensi digital mendasar, laporan ini menekankan perlunya meningkatkan pengalaman pembelajaran praktis, menetapkan sertifikasi keterampilan khusus, mendukung usaha kecil dan menengah dalam mengakses pelatihan, membina kolaborasi antara industri dan akademisi, dan berinvestasi dalam meningkatkan keterampilan pelatih. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menutup kesenjangan keterampilan yang ada saat ini dan membekali angkatan kerja untuk menghadapi era digital.

Dewan Bisnis SADC berdedikasi untuk memfasilitasi transformasi ini dengan menjalin kemitraan dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan pionir industri. Tujuan dari upaya ini lebih dari sekedar peningkatan keterampilan, karena upaya ini berupaya untuk mengeluarkan seluruh potensi pariwisata di wilayah SADC, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap ekspansi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Tshivhengwa menekankan pentingnya situasi saat ini, dan menyatakan bahwa dengan penguasaan keterampilan digital yang tepat, kita dapat secara efektif mengubah hambatan menjadi keadaan yang menguntungkan, sehingga menjamin masa depan yang baik bagi sektor pariwisata di wilayah SADC.

Tentang Penulis

Harry Johnson

Harry Johnson telah menjadi editor penugasan untuk eTurboNews Selama lebih dari 20 tahun. Ia tinggal di Honolulu, Hawaii, dan berasal dari Eropa. Ia gemar menulis dan meliput berita.

Tinggalkan Komentar

Klik untuk mendengarkan teks yang disorot!