Menurut laporan “Sensus Miliarder 2024” terkini, Hong Kong, yang telah lama dikenal sebagai destinasi utama kemewahan, dan statusnya sebagai pusat kemewahan, menempati peringkat kedua di dunia dalam hal jumlah miliarder.
Lebih jauh lagi, proyeksi dari Knight Frank Wealth Report 2024 mengindikasikan bahwa kota ini diantisipasi akan mengalami peningkatan 22.4% dalam jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi (UHNWI) pada tahun 2028, menandai tingkat pertumbuhan tertinggi kedua di seluruh dunia.
Sejalan dengan warisan kemewahannya, Hong Kong baru-baru ini menjadi tuan rumah Leaders of Luxury Summit 2024 – acara yang mempertemukan tokoh-tokoh terkemuka dari sektor mewah untuk terlibat dalam diskusi tentang tema-tema penting yaitu “Mendefinisikan Ulang Kemewahan Melalui Lensa Global” di Regent Hong Kong dari tanggal 26 hingga 28 November 2024.
Menurut Ketua Dewan Pariwisata Hong Kong (HKTB), Dr. YK Pang, kawasan Asia-Pasifik, khususnya Tiongkok Daratan, merupakan pendorong pertumbuhan yang signifikan bagi pasar barang mewah global, yang menghadirkan peluang yang sangat besar. Diperkirakan bahwa pada tahun 2025, Tiongkok akan mewakili 25% dari penjualan barang mewah global. Bagi merek-merek mewah, Hong Kong tidak hanya bertindak sebagai landasan peluncuran yang optimal ke pasar yang berkembang pesat ini, menyediakan platform untuk terlibat dengan konsumen yang cerdas di seluruh kawasan, tetapi juga berfungsi sebagai daya tarik yang kuat bagi konsumen yang cerdas dan individu dengan kekayaan bersih tinggi yang menganut gaya hidup mewah.



Tinggalkan Komentar