Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah mengumumkan langkah signifikan dalam memperkuat kehadirannya di Asia Tengah dengan mendirikan kantor tetap di Tashkent, Uzbekistan. Bersamaan dengan ekspansi ini, IATA sedang mempersiapkan untuk memperkenalkan Rencana Penagihan dan Penyelesaian (Billing and Settlement Plan/BSP) di negara tersebut sebelum akhir tahun—menandai tonggak penting bagi sektor penerbangan Uzbekistan.
Memperkuat Pasar Penerbangan yang Sedang Berkembang
“Uzbekistan adalah pasar yang berkembang dan menempati posisi terdepan di Asia Tengah untuk lalu lintas penumpang dan kargo,” kata Rafael Schvartzman. Ia menekankan bahwa kantor IATA yang baru akan memberikan dukungan strategis untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, efisiensi operasional, dan penerapan standar global di seluruh maskapai penerbangan dan bandara.
“Dengan dibukanya kantor kami, para ahli IATA akan lebih siap membantu maskapai penerbangan dan bandara,” tambah Schvartzman, seraya menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat dalam hal keselamatan dan keunggulan operasional.
BSP akan Membuka Peluang Global
Komponen kunci dari ekspansi ini adalah pengenalan sistem BSP. Platform yang diakui secara global ini menyederhanakan transaksi keuangan antara maskapai penerbangan dan agen perjalanan, memungkinkan pemrosesan penjualan tiket yang lebih efisien dan distribusi global yang lebih luas.
Menurut Schvartzman, “BSP akan memberikan maskapai penerbangan akses yang hemat biaya ke pemrosesan transaksi keuangan global sekaligus memungkinkan distribusi produk global,” yang pada akhirnya mendukung konektivitas internasional yang lebih kuat.
Visi Penerbangan Strategis Uzbekistan
Uzbekistan memposisikan diri sebagai pusat penerbangan regional, memanfaatkan lokasi geografisnya untuk menghubungkan Asia, Eropa, dan wilayah sekitarnya. IATA memproyeksikan pertumbuhan tahunan sebesar 3.3% dalam kilometer penumpang pendapatan antara tahun 2024 dan 2050—sedikit di atas rata-rata global sebesar 3.1%.
Untuk mewujudkan potensi ini sepenuhnya, beberapa prioritas telah diidentifikasi:
- Adopsi Standar Global: Menerapkan program seperti Audit Keselamatan Operasional IATA (IOSA) untuk meningkatkan kredibilitas keselamatan maskapai penerbangan.
- Pembangunan Infrastruktur: Proyek bandara baru di Tashkent, Bukhara, dan Urgench bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, meskipun efisiensi biaya dan kolaborasi maskapai penerbangan tetap penting.
- Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF): Uzbekistan memiliki potensi besar untuk mengembangkan SAF (Sustainable Aviation Fuel) dengan memanfaatkan keahliannya dalam mengubah gas menjadi cairan, yang mendukung tujuan lingkungan dan keamanan energi.
Dampak Ekonomi Penerbangan
Sektor penerbangan sudah memainkan peran penting dalam perekonomian Uzbekistan:
- Pekerjaan langsung di bidang penerbangan: pekerjaan 12,400
- Kontribusi total terhadap PDB: USD 795.5 juta (0.9%)
- Jumlah pekerjaan yang didukung: 128,000
- Kontribusi pariwisata melalui penerbangan: USD 282.9 juta
- Dampak pariwisata internasional: USD 2 miliar per tahun
Pengiriman barang juga meningkat, dengan 66,600 ton diangkut pada tahun 2023, didukung oleh infrastruktur seperti terminal kargo baru Tashkent dan pusat kargo yang berkembang di Navoi.
Menatap ke Depan
Dengan pendirian kantornya di Tashkent dan peluncuran BSP yang akan datang, IATA memposisikan dirinya sebagai mitra kunci dalam kisah pertumbuhan penerbangan Uzbekistan. Kombinasi lokasi strategis, investasi infrastruktur, dan keselarasan kebijakan dapat secara signifikan meningkatkan peran negara tersebut dalam konektivitas udara global.
Seperti yang disimpulkan Schvartzman, IATA siap “untuk memberikan dukungan proaktif dalam membangun masa depan ini.”



Tinggalkan Komentar