Berlin, Jerman — Jamaika telah memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam ketahanan pariwisata setelah diskusi tingkat tinggi antara Menteri Pariwisata Edmund Bartlett ke Shaikha Al Nowais, Sekretaris Jenderal dari Pariwisata PBB, di ITB Berlin 2026.
Pertemuan yang diadakan selama salah satu pameran perdagangan perjalanan terbesar di dunia ini, berfokus pada penguatan kolaborasi internasional untuk mempersiapkan sektor pariwisata global menghadapi guncangan di masa depan, termasuk bencana terkait iklim, gangguan ekonomi, dan krisis kesehatan masyarakat.
“Melangkah Maju” Setelah Badai Melissa
Menteri Bartlett memberikan informasi terbaru tentang pemulihan Jamaika pasca Badai Melissa, menguraikan strategi yang berpusat pada "melangkah maju" daripada sekadar kembali ke tingkat sebelum bencana.

Ia menyoroti perluasan pengaturan penerbangan, penambahan rute internasional baru, dan investasi infrastruktur yang ditargetkan sebagai pilar utama upaya pemulihan. Menteri juga menekankan pentingnya mengelola pertumbuhan pariwisata secara bertanggung jawab untuk melindungi masyarakat dan melestarikan modal sosial Jamaika.
“Ketahanan tidak boleh bersifat reaktif,” kata Bartlett. “Ketahanan harus dibangun ke dalam DNA pengembangan pariwisata.”
Agenda Ketahanan Pariwisata Global
Selama diskusi, Bartlett menegaskan kembali dukungan Jamaika terhadap masa jabatan Sekretaris Jenderal Al Nowais dan mengusulkan kerja sama yang lebih dalam dalam Agenda Ketahanan Pariwisata Global. Ia menganjurkan agar ketahanan dijadikan sebagai fondasi pariwisata berkelanjutan di seluruh dunia.
Di antara usulan-usulan utama yang diajukan adalah perluasan inisiatif peningkatan kapasitas, profesionalisasi tenaga kerja, peningkatan pendidikan pariwisata, dan integrasi yang lebih besar antara inovasi dan perangkat digital. Menteri juga mempromosikan inisiatif “Lokal Pertama” Jamaika, yang dirancang untuk memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat setempat.
Prioritas Strategis Pariwisata PBB
Sekretaris Jenderal Al Nowais menguraikan prioritas UN Tourism yang berorientasi ke masa depan, yang meliputi penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan komunikasi, perluasan kerja sama dengan sektor swasta, dan pembangunan keterampilan pariwisata yang siap menghadapi masa depan. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan keberlanjutan di seluruh dimensi lingkungan, ekonomi, dan sosial industri ini.
Kedua pihak sepakat untuk melakukan tindakan lanjutan yang berpusat pada kerangka kerja ketahanan, kemitraan pembangunan kapasitas, peningkatan berbagi data, dan penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan kesiapan dan pemulihan destinasi.
Keterlibatan ini semakin memperkuat posisi Jamaika sebagai suara terdepan dalam membentuk agenda pariwisata global dan menggarisbawahi komitmennya untuk memajukan ketahanan sebagai landasan pembangunan pariwisata berkelanjutan.



Tinggalkan Komentar