Museum Indonesia menghapus lilin Hitler setelah kemarahan internasional

0a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1-18
0a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1-18

Hingga Sabtu, sosok Hitler terlihat berdiri di antara Star Wars 'Darth Vader dan pemimpin Indonesia Joko' Jokowi 'Widodo.

Cetak Ramah, PDF & Email

Sebuah museum Indonesia, yang hingga baru-baru ini, memungkinkan pengunjung untuk mengambil foto selfie dengan patung lilin Adolf Hitler berukuran penuh dengan latar belakang gerbang kamp kematian Auschwitz, telah menurunkan sosok itu setelah badai kritik.

Museum efek visual De Mata De Arca memiliki sekitar 100 patung lilin selebriti, politisi, dan karakter fiksi, menurut situs webnya. Hingga Sabtu, sosok Hitler dapat ditemukan berdiri di antara Darth Vader dari Star Wars dan pemimpin Indonesia Joko 'Jokowi' Widodo.

Pemimpin Nazi Jerman ditempatkan pada spanduk seukuran dinding yang menggambarkan kamp pemusnahan Auschwitz-Birkenau dengan tanda "Arbeit macht frei" (Pekerjaan membebaskan Anda). Lilin Hitler terbukti populer di kalangan penduduk setempat, yang berbagi foto narsis mereka di platform media sosial. Foto-foto tersebut menunjukkan beberapa pengunjung bahkan melakukan penghormatan Nazi.

Sosok Hitler memicu kemarahan internasional, dengan Human Rights Watch (HRW) menggambarkannya sebagai "memuakkan." Simon Wiesenthal Center yang berbasis di Los Angeles, berkampanye melawan anti-Semitisme, mengecam pemasangan tersebut sebagai "salah" dan "hina". Latar belakang Auschwitz "mengolok-olok para korban yang masuk dan tidak pernah keluar" dari situs pembunuhan massal terbesar Nazi, kata Rabi Abraham Cooper.

Seorang petugas pemasaran museum memberi tahu AP bahwa pengunjung tidak pernah mengeluh tentang patung itu. “Sebagian besar pengunjung kami bersenang-senang karena tahu ini hanya museum hiburan,” katanya. Namun pada hari Sabtu, museum mengatakan pihaknya menurunkan patung tersebut setelah gelombang kecaman.

"Kami tidak ingin memancing kemarahan," kata manajer operasional museum, Jamie Misbah, kepada AFP. Angka itu seharusnya "mendidik," tambahnya.

HRW menyambut baik keputusan tersebut, membenarkan bahwa patung lilin Hitler telah dihapus, menurut peneliti Indonesia Andreas Harsono. "Terlepas dari niatnya, menggambarkan Hitler sebagai sosok yang dihormati itu tidak enak," kata Harsono, menurut Haaretz.

Cetak Ramah, PDF & Email

Tentang Penulis

Pemimpin Redaksi Penugasan

Pemimpin redaksi Tugas adalah Oleg Siziakov