Beberapa tahun lalu, saya menginap di hotel yang baru dibangun itu. Hyatt Centric Pantai Selatan Miami, sebuah properti yang dengan bangga dipromosikan perusahaan sebagai bagian dari Hyatt Sentrik, merek baru yang berfokus pada gaya hidup dan ditujukan untuk para pelancong modern yang berorientasi pada desain.
Ruangan itu langsung menyampaikan pesan — tetapi belum tentu pesan yang menyenangkan.
Alih-alih pintu kamar mandi tradisional yang kedap udara sepenuhnya, ruangan tersebut menggunakan pintu geser. gaya lumbung Pintu. Tampilannya bergaya, tetapi secara fungsional kurang memuaskan. Pintu tidak tertutup sepenuhnya, menyisakan celah yang terlihat di sepanjang tepinya yang membatasi privasi. Selain itu, elemen kaca buram memungkinkan cahaya — dan siluet — masuk ke ruangan utama. Meskipun secara visual trendi, tata letak tersebut membuat penggunaan kamar mandi rutin pun terasa canggung, terutama bagi siapa pun yang berbagi ruangan.
Pada saat itu, saya mengira ini hanyalah eksperimen desain yang terisolasi — upaya yang terlalu antusias untuk menggabungkan estetika hunian dengan kamar hotel. Tetapi setelah melakukan riset, menjadi jelas bahwa ini bukanlah pengecualian. Ini adalah awal dari tren perhotelan yang lebih luas.
Di seluruh industri perhotelan global, semakin banyak properti — termasuk merek kelas atas dan mewah — yang diam-diam telah menghilangkan pintu kamar mandi tradisional sama sekali atau menggantinya dengan penghalang sebagian, panel kaca, tirai, atau pintu geser yang tidak tertutup sepenuhnya. Apa yang dipasarkan sebagai modern, Buka, atau hemat ruang Desain yang buruk semakin dirasakan oleh para tamu sebagai hilangnya salah satu harapan paling mendasar dalam sebuah kamar hotel: pribadi.
Seiring meningkatnya keluhan wisatawan dan munculnya situs web yang khusus melacak hotel tanpa pintu kamar mandi yang layak, pertanyaan yang dihadapi industri ini bukan lagi apakah tamu menyadarinya — tetapi apakah hotel telah meremehkan betapa pentingnya privasi sebenarnya.
Mengapa semakin banyak hotel yang menghilangkan pintu kamar mandi — dan mengapa para pelancong menolaknya
Di kamar-kamar hotel di seluruh dunia, fitur yang dulunya tak bisa ditawar kini perlahan menghilang: pintu kamar mandi. Dari New York hingga Tokyo, dari hotel butik bergaya hidup hingga jaringan hotel global, para pelancong semakin menemukan kamar mandi dengan konsep terbuka, partisi kaca buram, pintu geser bergaya lumbung dengan celah — atau, dalam beberapa kasus, tanpa penghalang sama sekali antara toilet dan tempat tidur.
Apa yang disebut oleh para pengelola hotel desain modern ke efisiensi ruangBanyak tamu menggambarkannya dengan satu kata: canggung.
Munculnya Kamar Mandi Tanpa Pintu
Tren menghilangkan pintu kamar mandi tradisional telah mendapatkan momentum selama dekade terakhir, terutama di hotel-hotel yang baru dibangun atau direnovasi. Menurut para desainer perhotelan yang diwawancarai oleh InsideHook dan media perjalanan lainnya, alasannya sangat sederhana:
Mengapa hotel melakukan hal itu?
- Penghematan biaya: Pintu, kusen, engsel, kunci, dan peredam suara menambah biaya. Menghilangkannya akan menurunkan biaya konstruksi dan pemeliharaan.
- Optimalisasi ruang: Pintu ayun memakan ruang. Tata letak terbuka membuat kamar hotel kecil terasa lebih luas, terutama di pasar perkotaan yang padat.
- Estetika desain: Kamar mandi terbuka memungkinkan cahaya alami masuk, menciptakan nuansa "seperti spa", dan selaras dengan tren desain minimalis dan industrial.
- Efisiensi operasional: Semakin sedikit komponen bergerak berarti semakin sedikit perbaikan dan penggantian.
Bagi pengembang hotel, konsep ini memenuhi banyak kriteria. Namun, bagi para tamu, pengalaman yang didapat seringkali tidak memuaskan.
Apa Kata Tamu
Umpan balik tamu di berbagai platform ulasan, forum Reddit, dan media sosial memberikan gambaran yang sangat berbeda. Keluhan yang umum meliputi:
- Kurangnya privasi saat bepergian dengan pasangan, teman, keluarga, atau kolega
- Masalah suara dan bauterutama dengan toilet yang hanya dipisahkan oleh kaca atau tirai.
- Kejutan saat check-in, ketika foto pemesanan gagal menunjukkan tata letak kamar mandi dengan jelas
- kejengahanHal ini menyebabkan beberapa tamu menggunakan toilet lobi alih-alih toilet di kamar mereka sendiri.
Seorang pelancong yang sering bepergian mengatakan eTurboNews“Aku tidak butuh kemewahan — aku butuh pintu yang bisa tertutup.”
Reaksi negatif tersebut telah berkembang cukup kuat untuk memicu respons dari akar rumput. Situs web tersebut BringBackDoors.com kini mengkatalogkan hotel-hotel di seluruh dunia berdasarkan tingkat privasi kamar mandi, menggunakan masukan dari tamu untuk memperingatkan para pelancong di masa mendatang.
Hotel-hotel di Seluruh Dunia Dilaporkan Tidak Memiliki Pintu Kamar Mandi Tradisional

Berikut adalah contoh hotel yang telah dilaporkan oleh para tamu Menampilkan kamar-kamar tanpa pintu kamar mandi permanen atau privasi yang sangat terbatas. Tata letak dapat bervariasi tergantung tipe kamar.
Eropa
- 25 jam Hotel Florence Piazza San Paolino – Konsep kamar mandi terbuka di berbagai kategori kamar
- AC Hotel Atocha – Dinding sebagian atau tata letak kamar mandi terbuka
- AC Hotel Strasbourg – Kamar mandi tanpa pintu atau dipisahkan oleh kaca
- Hotel Pusat Brown – Tata letak beragam; beberapa ruangan tidak memiliki pintu permanen.
🇺🇸 Amerika Utara
- 1 Hotel Jembatan Brooklyn – Desain kamar mandi terbuka di beberapa kamar tertentu
- 1 Hotel Taman Pusat – Pemisahan kamar mandi minimal
- 1 Hotel Nashville – Laporan mengenai tata letak kamar mandi tanpa pintu
- AC Hotel Denver Pusat Kota – Konsep kamar mandi terbuka atau berdinding kaca
🌏 Wilayah Lain
- AC Hotel Tokyo Ginza – Desain kamar mandi kaca atau terbuka
- Aloft Playa del Carmen – Tata letak kamar mandi dengan privasi minimal
- Alaia Belize, Koleksi Tanda Tangan – Konsep kamar mandi terbuka
Masalah Kepercayaan yang Meningkat di Sektor Perhotelan
Bagi banyak pelancong, masalahnya bukanlah desain modern — melainkan... transparansi.
Para tamu berpendapat bahwa hotel seharusnya secara jelas mengungkapkan tata letak kamar mandi selama pemesanan, terutama ketika privasi sangat berkurang. Seperti yang dicatat oleh seorang pengamat industri, “Anda tidak akan menyembunyikan fakta bahwa sebuah kamar tidak memiliki jendela — mengapa menyembunyikan fakta bahwa kamar tersebut tidak memiliki pintu kamar mandi?”
Seiring persaingan antar hotel untuk mendapatkan loyalitas di pasar yang semakin berorientasi pada pengalaman, mengabaikan ketidaknyamanan tamu dapat berakibat fatal. Ternyata, privasi kamar mandi bukanlah detail yang rela dikorbankan begitu saja oleh para pelancong.
Apa yang Dapat Dilakukan Wisatawan
Sampai industri memberikan tanggapan, para pelancong berpengalaman merekomendasikan:
- Meninjau dengan cermat foto tamubukan hanya gambar resmi
- Membaca ulasan terbaru untuk kata kunci seperti kaca, Buka, atau tidak ada pintu
- Hubungi hotel langsung untuk konfirmasi. privasi kamar mandi
- Mengkonsultasikan basis data komunitas seperti BringBackDoors.com
The Bottom Line
Penghapusan pintu kamar mandi mungkin menghemat ruang dan uang bagi hotel, tetapi berisiko membuat tamu yang mengharapkan privasi sebagai standar dasar—bukan peningkatan opsional—merasa tidak nyaman. Seiring meningkatnya reaksi negatif, industri perhotelan mungkin akan segera menghadapi pertanyaan sederhana dari para pelancong di seluruh dunia:
Apakah desain modern sepadan dengan hilangnya pintu?



Tinggalkan Komentar