Hong Kong SAR, Cina — Hong Kong memiliki potensi untuk merebut kembali posisinya sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia, tetapi harus secara strategis mendiversifikasi basis pengunjungnya dan berinvestasi di pasar bernilai tinggi, menurut penelitian baru dari World Travel & Tourism Council (Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia).WTTC).
Laporan, "Pariwisata dan Perjalanan di Hong Kong SAR, Tiongkok: Pemulihan, Kesenjangan, dan Jalan ke Depan," Hal ini menyoroti kebutuhan mendesak bagi kota tersebut untuk berkembang melampaui ketergantungannya yang besar pada Tiongkok Daratan, yang menyumbang 76% dari kedatangan wisatawan pada tahun 2025. Pasar internasional hanya menyumbang 24%, yang menggarisbawahi ketidakseimbangan kritis dalam pemulihan pariwisata Hong Kong.
Meskipun kedatangan wisatawan diperkirakan mencapai 50.3 juta pada tahun 2025, angka ini masih 22.9% di bawah puncak tahun 2018 yang mencapai 65.3 juta pengunjung. Pengeluaran perjalanan bisnis juga tertinggal, diproyeksikan tetap 16.8% di bawah tingkat sebelum pandemi karena dampak yang masih terasa dari kerusuhan sipil tahun 2019 dan krisis COVID-19 global.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Pariwisata dan Perjalanan terus menjadi pilar utama perekonomian Hong Kong. WTTC Sektor ini diperkirakan akan memberikan kontribusi sebesar US$56.4 miliar—setara dengan 13.6% dari PDB—dan mendukung sekitar 587,000 lapangan kerja pada tahun 2025. Industri ini telah pulih hingga 98.5% dari tingkat sebelum pandemi, sebagian besar didorong oleh permintaan domestik, yang telah meningkat 15.5% sejak tahun 2018.
Namun, pengeluaran wisatawan internasional masih 15% di bawah level tahun 2018, menempatkan Hong Kong di belakang para pesaing di kawasan ini. Singapura dan Makau diperkirakan akan melampaui tolok ukur pra-pandemi mereka pada tahun 2025, yang menyoroti urgensi bagi Hong Kong untuk mempertajam daya saing globalnya.
Lima Prioritas Strategis
Untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan, WTTC menguraikan lima rekomendasi utama:
- Bangkitkan Kembali Perjalanan Bisnis: Perkuat status Hong Kong sebagai pusat MICE global dengan menawarkan insentif yang tepat sasaran dan menyederhanakan prosedur pendaftaran bagi penyelenggara acara internasional.
- Membangun Kembali Permintaan Penerbangan Jarak Jauh: Memperkuat hubungan dengan maskapai penerbangan dan mempromosikan destinasi di pasar Barat termasuk Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Eropa.
- Pertimbangkan Kembali Penawaran Pariwisata: Kembangkan citra yang lebih dari sekadar berorientasi ritel dengan menampilkan keunggulan kuliner Hong Kong, warisan budaya, dan festival-festival yang meriah.
- Meningkatkan Nilai Pengunjung: Dorong masa menginap yang lebih lama—saat ini diperkirakan 3.1 malam pada tahun 2025—melalui rencana perjalanan yang disusun dan eksplorasi lingkungan sekitar.
- Perkuat Kolaborasi: Menyelaraskan pemerintah, Dewan Pariwisata Hong Kong, dan pemangku kepentingan swasta di bawah strategi pariwisata yang terpadu.

Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC, menekankan kekuatan abadi Hong Kong: “Hong Kong SAR, Tiongkok tetap menjadi kekuatan global, yang ditandai dengan infrastruktur kelas dunia dan DNA budaya unik yang menjembatani Timur dan Barat. Pemulihan didorong oleh visi yang berani dan kemitraan yang kuat.”
Investasi dan Infrastruktur Mendorong Momentum
Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong telah mengalokasikan HK$1.6 miliar untuk pengembangan pariwisata pada tahun 2026–27, dengan fokus pada acara-acara besar, festival, dan pemasaran internasional. Dewan Pariwisata Hong Kong berencana untuk memperluas jangkauan ke pasar-pasar berkembang di ASEAN, Timur Tengah, dan India, serta menargetkan kota-kota di Tiongkok Daratan di luar Guangdong.
Perkembangan infrastruktur juga memperkuat konektivitas global Hong Kong. Pada tahun 2025, Bandara Internasional Hong Kong menduduki peringkat sebagai bandara dengan pertumbuhan tercepat di dunia berdasarkan kapasitas tempat duduk, dan rute Hong Kong–Taipei menjadi rute internasional tersibuk di dunia, menurut OAG.
Saat kota ini memasuki fase pemulihan selanjutnya, WTTCLaporan tersebut memperjelaskan bahwa kesuksesan Hong Kong di masa depan akan bergantung pada diversifikasi, inovasi, dan tindakan terkoordinasi—memposisikan destinasi ini tidak hanya untuk pulih, tetapi juga untuk memimpin dalam lanskap pariwisata global yang berkembang pesat.



Tinggalkan Komentar