Selamat Datang di eTurboNews | eTN   Klik untuk mendengarkan teks yang disorot! Selamat Datang di eTurboNews | eTN

Klik disini ijika Anda punya berita untuk dibagikan

Berita Pariwisata Berkelanjutan Berita Perjalanan Afrika Dewan Pariwisata Afrika Aviation Berita Berita Perjalanan Terkini eTN Berita Perjalanan Unggulan Berita

Afrika Muncul sebagai Garis Depan Baru dalam Perlombaan Produksi Bahan Bakar Penerbangan yang Bersih

ICAO
Ditulis oleh Juergen T Steinmetz

Afrika muncul sebagai pemain kunci dalam upaya mendorong Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan, seiring dengan target penerbangan global untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050. Didukung oleh kebijakan baru dan investasi bank pembangunan yang besar, kemitraan dengan ICAO membantu negara-negara membangun kapasitas teknis dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk meningkatkan energi penerbangan yang lebih bersih.

Saat penerbangan global memetakan jalan menuju masa depan yang lebih hijau, koalisi pemerintah dan bank pembangunan yang berkembang bertaruh bahwa Afrika dapat memainkan peran penting dalam memproduksi bahan bakar yang lebih bersih yang akan dibutuhkan maskapai penerbangan dalam beberapa dekade mendatang.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), badan PBB yang mengatur perjalanan udara global, telah menetapkan visi ambisius untuk tahun 2050: transportasi udara yang dapat diakses oleh semua orang, bebas dari kematian, dan mencapai emisi karbon bersih-nolSebagian besar kemajuan iklim bergantung pada satu bagian dari teka-teki ini — Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan, atau SAF.

Para ahli mengatakan SAF dapat memberikan lebih dari separuh pengurangan emisi yang dibutuhkan industri. Namun saat ini, produksi sangat terkonsentrasi di beberapa wilayah, dan output masih jauh di bawah permintaan. Ketidakseimbangan ini kembali menarik perhatian ke Afrika, di mana sumber daya pertanian dan limbah yang melimpah dapat dikonversi menjadi bahan bakar penerbangan bersih, yang pada gilirannya akan menciptakan industri dan lapangan kerja baru.

Momentum Kebijakan di Berbagai Benua

Pemerintah di seluruh dunia sudah mulai bergerak untuk meningkatkan SAF. Uni Eropa Penerbangan ReFuelEU Peraturan yang diadopsi pada akhir tahun 2023 mewajibkan peningkatan jumlah SAF dalam bahan bakar jet yang dijual di Eropa. Dan pada bulan Februari tahun ini, Uni Afrika menyetujui peraturan pertamanya Strategi Kontinental untuk SAF, menandakan komitmen kawasan terhadap pertumbuhan penerbangan berkelanjutan.

Kedua inisiatif ini memberikan masukan bagi ICAO Kerangka Kerja Global untuk SAF, yang menjadi titik acuan bagi pemerintah, maskapai penerbangan, dan lembaga keuangan yang berupaya menyelaraskan aturan iklim dan mendorong investasi.

Eropa baru Rencana Investasi Transportasi Berkelanjutan, yang diluncurkan pada November 2025, juga menyoroti pentingnya bermitra dengan Afrika untuk memperluas akses ke bahan bakar rendah karbon dan berbagi teknologi.

Investasi Baru Miliaran Dolar

Bank-bank pembangunan besar mulai memperhatikan hal ini. Bank Investasi Eropa (EIB), Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD), dan Bank Pembangunan Afrika (AfDB) telah meningkatkan komitmen pendanaan untuk bahan bakar terbarukan dan produksi energi yang lebih bersih.

EIB Global — cabang internasional bank tersebut — telah berkomitmen €100 miliar pada tahun 2027 untuk proyek infrastruktur dan energi berkelanjutan di seluruh dunia. Sebagian besar pembiayaan tersebut diharapkan untuk mendukung pengembangan SAF, terutama di wilayah-wilayah dengan potensi produksi yang belum dimanfaatkan.

Investasi ini semakin banyak dipadukan dengan program bantuan teknis ICAO. Melalui programnya, Inisiatif ACT-SAF, diluncurkan pada tahun 2022, ICAO membantu negara-negara menilai kelayakan SAF, memperkuat regulasi, melatih pakar lokal, dan mengembangkan rencana bisnis. Pusat Finvest menghubungkan pengembang proyek dengan bank dan investor, yang bertujuan untuk mengubah proposal yang menjanjikan menjadi proyek yang layak bankable.

Dengan memastikan bahwa proyek SAF baru mematuhi kriteria keberlanjutan ICAO — termasuk yang dipersyaratkan berdasarkan skema pengimbangan karbon global yang dikenal sebagai CORSIA — kemitraan ini membantu mengurangi risiko investasi dan mempercepat penerapan.

Meningkatnya Peran Afrika

Bagi banyak negara Afrika, SAF mewakili lebih dari sekadar langkah perubahan iklim. Para pembuat kebijakan melihatnya sebagai peluang untuk memacu diversifikasi ekonomi, menarik investasi asing, dan membangun rantai nilai baru — mulai dari budidaya bahan baku hingga penyulingan bahan bakar dan memasok maskapai penerbangan.

"Afrika memiliki sumber daya, ruang angkasa, dan pasar penerbangan yang sedang berkembang," ujar seorang pejabat pembangunan yang terlibat dalam inisiatif-inisiatif baru tersebut. "Pertanyaannya sekarang adalah seberapa cepat kemitraan yang tepat dapat memobilisasi modal dan keahlian yang dibutuhkan."

Kemitraan tersebut semakin terbentuk. Upaya bersama Afrika-Eropa mendukung proyek percontohan, studi kelayakan, dan harmonisasi regulasi. Bank-bank pembangunan berkoordinasi erat dengan ICAO untuk memastikan standar teknis dan tujuan keberlanjutan tetap selaras.

Menuju Transisi Energi yang Lebih Inklusif

Di balik lonjakan aktivitas ini terdapat keyakinan bersama bahwa transisi energi di sektor penerbangan harus adil, transparan, dan saling menguntungkanPara pendukung mengatakan kolaborasi—bukan kompetisi—akan menjadi hal yang penting seiring dunia berlomba memenuhi target iklim yang semakin meningkat.

Bagi Afrika, taruhannya sangat tinggi. Keberhasilan bisa berarti tidak hanya membantu dunia mendekarbonisasi penerbangan, tetapi juga mengklaim pangsa yang signifikan dalam apa yang diperkirakan akan menjadi industri global bernilai miliaran dolar.

Saat pemerintah dan investor menatap tahun 2050, satu hal menjadi jelas: masa depan bahan bakar penerbangan bersih kemungkinan besar akan ditulis di Afrika.

Tentang Penulis

Juergen T Steinmetz

Juergen Thomas Steinmetz terus bekerja di industri perjalanan dan pariwisata sejak remaja di Jerman (1977).
Dia menemukan eTurboNews pada tahun 1999 sebagai buletin online pertama untuk industri pariwisata perjalanan global.

Tinggalkan Komentar

Klik untuk mendengarkan teks yang disorot!