Berita Perjalanan Kamboja Pariwisata yang Dapat Diakses Perjalanan Petualangan Berita Maskapai Berita Bandara Bisnis perjalanan Berita Perjalanan Cina Berita Destinasi Budaya Berita Perjalanan Terkini eTN Berita Perjalanan Unggulan Berita Industri Perhotelan Berita Industri Perhotelan Berita Berita Perjalanan yang Bertanggung Jawab Berita Pariwisata Berita Tujuan Perjalanan Berita Kawat Perjalanan kunjungi Kamboja mengunjungi Tiongkok

Warga Tiongkok Berbondong-bondong ke Kamboja di Tengah Ledakan Pariwisata Tiongkok-Kamboja

Warga Tiongkok Berbondong-bondong ke Kamboja di Tengah Ledakan Pariwisata Tiongkok-Kamboja
Warga Tiongkok Berbondong-bondong ke Kamboja di Tengah Ledakan Pariwisata Tiongkok-Kamboja
Ditulis oleh Harry Johnson

Wisatawan Tiongkok mewakili 14.6 persen dari keseluruhan 1.26 juta kedatangan internasional di Kamboja, dengan Tiongkok menempati peringkat sumber pengunjung asing terbesar ketiga, setelah Thailand dan Vietnam.

Menurut laporan yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata Kamboja pada hari Senin, Kamboja telah mengalami peningkatan yang luar biasa sebesar 67.6 persen dalam jumlah wisatawan Tiongkok selama dua bulan pertama tahun 2025.

Dalam pesan terbarunya yang ditujukan kepada seluruh warga negara Tiongkok dan individu keturunan Tiongkok untuk Tahun Baru Imlek, Menteri Pariwisata Kamboja Huot Hak mengumumkan bahwa tahun 2025 telah resmi diakui sebagai “Tahun Pariwisata Kamboja-Tiongkok.”

“Kami yakin bahwa Kamboja akan menarik banyak wisatawan Tiongkok yang ingin menjelajahi negara kami, yang menyajikan beragam peluang pariwisata, meliputi wisata budaya dan warisan, situs alam, dan ekowisata,” ungkapnya.

Secara total, 184,372 pengunjung Tiongkok tiba di Kamboja dari Januari hingga Februari tahun ini, menandai peningkatan dari 109,990 selama jangka waktu yang sama tahun lalu.

Wisatawan Tiongkok mewakili 14.6 persen dari keseluruhan 1.26 juta kedatangan internasional di Kamboja, dengan Tiongkok menempati peringkat sumber pengunjung asing terbesar ketiga, setelah Thailand dan Vietnam.

Hun Dany, sekretaris negara dan juru bicara Kementerian Pariwisata, mencatat bahwa Kamboja dan Tiongkok telah membina kemitraan yang sukses dalam industri pariwisata, dengan Tiongkok menjadi pasar terbesar bagi pariwisata Kamboja.

Ia lebih lanjut menyatakan pada sebuah forum mengenai hubungan Kamboja-Tiongkok di Phnom Penh pada hari Senin bahwa Kamboja mengantisipasi menyambut lebih dari 1 juta wisatawan Tiongkok pada tahun 2025.

Menurut juru bicara tersebut, Kamboja menyambut hampir 850,000 pengunjung dari China pada tahun 2024, menandai peningkatan 55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dany mencatat bahwa Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI) telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan industri pariwisata Kamboja. Proyek-proyek utama BRI, seperti Jalan Tol Phnom Penh-Sihanoukville dan Bandara Internasional Siem Reap Angkor, telah berperan penting dalam meningkatkan perjalanan bagi wisatawan.

Pariwisata adalah salah satu dari empat pilar penting ekonomi Kamboja, di samping ekspor pakaian, alas kaki, dan barang perjalanan, pertanian, serta sektor konstruksi dan real estat.

Negara ini memiliki empat Situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk Taman Arkeologi Angkor di provinsi Siem Reap, Zona Kuil Sambor Prei Kuk di provinsi Kampong Thom, serta Kuil Preah Vihear dan situs arkeologi Koh Ker di provinsi Preah Vihear.

Selain itu, Kamboja memiliki garis pantai indah yang membentang sekitar 450 kilometer melintasi empat provinsi barat daya Sihanoukville, Kampot, Kep, dan Koh Kong.

Klik disini ijika Anda punya berita untuk dibagikan


Tentang Penulis

Harry Johnson

Harry Johnson telah menjadi editor penugasan untuk eTurboNews Selama lebih dari 20 tahun. Ia tinggal di Honolulu, Hawaii, dan berasal dari Eropa. Ia gemar menulis dan meliput berita.

Tinggalkan Komentar