Pergeseran ini tidak didorong oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh kombinasi biaya, kenyamanan, keakraban, dan sentimen wisatawan, yang semuanya memainkan peran besar selama periode liburan puncak seperti Tahun Baru Imlek.
Nilai Telah Menjadi Faktor Penentu
Jepang menjadi jauh lebih mahal bagi wisatawan Tiongkok. Harga tiket pesawat naik, biaya akomodasi meningkat, dan pengeluaran harian kini terasa jauh lebih tinggi daripada sebelum pandemi. Bagi banyak wisatawan, terutama keluarga dan kelompok, nilai yang didapatkan telah berubah.
Sebaliknya, Thailand terus menawarkan nilai yang kuat di berbagai bidang seperti hotel, tempat makan, transportasi, dan belanja. Untuk perjalanan Tahun Baru Imlek yang sensitif terhadap harga, Thailand memberikan pengalaman liburan yang lebih banyak dengan anggaran yang sama.
Perjalanan Lebih Mudah dan Lebih Sedikit Hambatan
Prosedur masuknya mudah, frekuensi penerbangannya tinggi, dan pengalaman perjalanan secara keseluruhan terasa familiar dan dapat diprediksi.
Meskipun sangat menarik, Jepang masih terasa lebih kompleks untuk perjalanan wisata massal, terutama selama musim puncak ketika keramaian, logistik, dan kendala bahasa dapat menjadi tantangan. Bagi banyak wisatawan, kemudahan sama pentingnya dengan daya tarik destinasi.
Keakraban Membawa Kenyamanan
Thailand telah lama menjadi salah satu destinasi luar negeri yang paling dikenal oleh wisatawan Tiongkok. Dukungan bahasa, kuliner, lingkungan ritel, sistem pembayaran, dan infrastruktur wisata sudah mapan dan dipahami secara luas.
Selama Tahun Baru Imlek, keakraban menjadi sangat penting. Kelompok keluarga dan wisatawan yang lebih tua cenderung memprioritaskan kenyamanan, kemudahan, dan rasa aman daripada hal-hal baru, yang semuanya merupakan area di mana Thailand unggul.
Iklim Mempengaruhi Pilihan Liburan
Musim dingin di Jepang menarik bagi penggemar ski dan wisatawan yang mencari pengalaman unik, tetapi kurang sesuai dengan pola pikir liburan Tahun Baru Imlek pada umumnya, yang lebih menyukai kehangatan, pantai, dan waktu luang yang santai.

Thailand sangat cocok dengan preferensi musiman tersebut, menawarkan sinar matahari, destinasi pantai, dan berbagai pengalaman resor yang sesuai untuk liburan singkat.
Kembali ke Pariwisata Massal – Secara Otomatis, Bukan Karena Perencanaan.
Penting untuk dicatat bahwa Thailand memiliki tidak Dengan sengaja berupaya untuk kembali ke pariwisata pasar massal. Dari segi kebijakan, penekanannya tetap pada nilai, hasil, dan campuran pengunjung yang lebih seimbang.
Namun, secara tidak sengaja dan bukan disengaja, Thailand telah diuntungkan dari Jepang yang menjadi lebih mahal dan lebih sulit diakses bagi wisatawan Tiongkok. Akibatnya, Thailand telah menyerap pangsa yang lebih besar dari pengunjung Tahun Baru Imlek dari Tiongkok, terutama wisatawan kelompok yang perjalanannya cenderung singkat, sangat musiman, dan hemat biaya.
Arus wisatawan selama Tahun Baru Imlek ini biasanya tajam, terkonsentrasi, dan sensitif terhadap harga — lebih didorong oleh waktu dan kemudahan daripada perilaku perjalanan jangka panjang atau premium. Kedatangan mereka mencerminkan dinamika pasar regional daripada pergeseran strategis dalam posisi pariwisata Thailand.
Daya Tarik Vietnam yang Meningkat
Vietnam mendapatkan banyak keuntungan yang sama yang telah lama mendukung kesuksesan pariwisata Thailand. Harga yang kompetitif, peningkatan konektivitas udara, kebijakan visa yang disederhanakan, dan perluasan kapasitas resor menjadikannya semakin menarik bagi wisatawan regional.
Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang atau pelancong yang sudah pernah berkunjung dan mencari sesuatu yang familiar namun berbeda, Vietnam mulai menyerupai versi alternatif dari pengalaman di Thailand, menjadikannya pesaing yang berkembang dan bukan lagi pilihan kedua.
Sentimen Tetap Penting
Sentimen wisatawan juga berperan, meskipun jarang dinyatakan secara langsung. Beberapa wisatawan Tiongkok saat ini berhati-hati terhadap destinasi yang dianggap terlalu ramai, mahal, atau kurang ramah.
Asia Tenggara menawarkan suasana hangat, informal, dan nyaman yang sangat terasa selama periode perjalanan liburan. Thailand, khususnya, diuntungkan oleh reputasinya yang sudah lama dikenal akan keramahan dan kenyamanan.
The Bottom Line

Thailand mendapatkan wisatawan yang berlibur Tahun Baru Imlek dari China bukan karena mengejar pariwisata massal, tetapi karena menawarkan nilai yang lebih baik, akses yang lebih mudah, dan lingkungan liburan yang akrab dan santai di saat alternatif lain menjadi lebih mahal dan rumit.
Jepang tetap sangat menarik, tetapi semakin menjadi destinasi premium atau khusus daripada pilihan pasar massal. Sementara itu, Vietnam berkembang pesat dengan mengadopsi banyak kekuatan yang sama yang telah lama menjadi landasan kesuksesan Thailand.



Tinggalkan Komentar