Pemerintah Seychelles secara resmi telah mengaktifkan kembali Dewan Pariwisata Seychelles (STB), menandai perubahan kebijakan yang signifikan untuk memperkuat daya saing pariwisata internasional negara tersebut, meningkatkan tata kelola, dan membangun kembali struktur pemasaran destinasi khusus setelah lima tahun berada di bawah kerangka pariwisata pemerintah yang terpusat.
Pengumuman ini bertepatan dengan pengangkatan eksekutif pariwisata veteran Vesna Rakić sebagai Chief Executive Officer dari organisasi yang baru didirikan kembali, efektif mulai 15 Mei 2026.
Langkah ini menandakan apa yang oleh banyak pemangku kepentingan industri anggap sebagai kalibrasi ulang strategis model tata kelola pariwisata Seychelles pada saat destinasi pariwisata global menghadapi persaingan yang semakin ketat, ekspektasi wisatawan yang terus berkembang, dan tekanan yang meningkat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Alasan Dewan Pariwisata Seychelles Dibubarkan
Badan Pariwisata Seychelles yang asli dibubarkan pada tahun 2021 menyusul inisiatif restrukturisasi pemerintah yang lebih luas yang diperkenalkan oleh pemerintahan Presiden Wavel Ramkalawan.
Pada saat itu, pemerintah berpendapat bahwa penggabungan kebijakan pariwisata dan pemasaran destinasi di bawah satu Departemen Pariwisata terpusat akan meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi duplikasi, dan menyederhanakan pengambilan keputusan. Undang-Undang Dewan Pariwisata Seychelles dicabut, dan semua fungsi, staf, aset, dan kewajiban dialihkan langsung ke Departemen Pariwisata.
Mantan Kepala Eksekutif STB, Sherin Francis, kemudian menjadi Sekretaris Utama Pariwisata, mengawasi tanggung jawab kebijakan dan promosi dalam struktur pemerintahan yang sama.
Namun, meskipun konsolidasi awalnya dimaksudkan untuk menciptakan efisiensi administratif selama periode yang ditandai oleh krisis pariwisata COVID-19 dan ketidakpastian ekonomi, kekhawatiran secara bertahap muncul di dalam industri pariwisata mengenai apakah Seychelles telah kehilangan lembaga pemasaran yang gesit dan berfokus pada industri yang mampu merespons secara efektif dinamika pariwisata global yang berubah dengan cepat.
Mengapa Pemerintah Mengembalikan Status STB Setelah Lima Tahun?
Keputusan untuk membentuk kembali Dewan Pariwisata Seychelles melalui Rancangan Undang-Undang Dewan Pariwisata Seychelles 2026 mencerminkan pengakuan yang semakin meningkat bahwa pemasaran destinasi membutuhkan kepemimpinan khusus, fleksibilitas komersial, dan kolaborasi yang lebih kuat dengan operator pariwisata sektor swasta.
Para pengamat industri mencatat beberapa kemungkinan alasan di balik pembalikan tren tersebut:
1. Kebutuhan akan Pemasaran Destinasi Global yang Terdedikasi
Pariwisata tetap menjadi tulang punggung ekonomi Seychelles, memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, lapangan kerja, pendapatan devisa, dan investasi. Seiring dengan semakin kompetitifnya pasar pariwisata global pasca-pandemi, banyak profesional pariwisata percaya bahwa Seychelles membutuhkan lembaga khusus yang sepenuhnya fokus pada branding internasional, intelijen pasar, kemitraan perdagangan, dan promosi destinasi.
Di bawah struktur pemerintahan terpusat, para kritikus berpendapat bahwa upaya pemasaran berisiko menjadi terlalu birokratis dan kurang responsif terhadap tren pasar internasional.
STB yang diaktifkan kembali diharapkan dapat mengembalikan pendekatan yang lebih berorientasi komersial terhadap pemasaran destinasi.
2. Kolaborasi Industri yang Lebih Besar
Para pemangku kepentingan di bidang pariwisata, khususnya para pemilik hotel, maskapai penerbangan, perusahaan manajemen destinasi, dan operator pariwisata kecil, telah lama menganjurkan kolaborasi publik-swasta yang lebih kuat dalam perencanaan dan promosi pariwisata.
Badan pariwisata independen secara tradisional berfungsi sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri. STB yang didirikan kembali diharapkan dapat membangun kembali kemitraan yang lebih erat dengan bisnis pariwisata dan meningkatkan koordinasi di seluruh rantai nilai pariwisata.
3. Memperkuat Ketahanan Pariwisata
Pariwisata global telah mengalami transformasi mendalam sejak tahun 2021. Destinasi kini menghadapi tantangan yang semakin besar terkait keberlanjutan, adaptasi iklim, pemasaran digital, konektivitas udara, ketidakstabilan geopolitik, dan perubahan ekspektasi konsumen.
Keputusan pemerintah untuk menghidupkan kembali STB tampaknya bertujuan untuk menciptakan lembaga pariwisata yang lebih tangguh dan berfokus secara strategis, yang mampu mengatasi tantangan kompleks ini sekaligus mempertahankan posisi pasar premium Seychelles.
4. Perlindungan Merek Jangka Panjang
Seychelles bersaing secara global sebagai destinasi wisata mewah, ramah lingkungan, dan bernilai tinggi. Mempertahankan posisi ini membutuhkan manajemen merek dan kehadiran pasar yang berkelanjutan.
STB yang diaktifkan kembali kemungkinan besar akan sangat fokus pada perlindungan merek Seychelles sambil menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan konservasi lingkungan dan pelestarian budaya.
Kementerian Pariwisata Seychelles
Sherin Francis tetap menjabat sebagai Sekretaris Tetap Pariwisata di bawah Menteri Pariwisata Seychelles, Yang Terhormat Nicola Amanda J. Bernstein.
Dia akan mengurus kebijakan produk, pengembangan, pemantauan, standar, kerja sama internasional, perencanaan strategis, dan sumber daya manusia.
CEO baru Dewan Pariwisata Seychelles (STB), Vesna Rakić, mengambil alih seluruh pemasaran untuk Seychelles. Ia akan memiliki Dewan Direksi dengan jalur operasional langsung ke Menteri Pariwisata.
Apa yang Dapat Diharapkan dari STB Baru?
Badan Pariwisata Seychelles yang dibentuk kembali diharapkan beroperasi dengan mandat yang lebih luas dan lebih modern daripada pendahulunya.
Harapan utama meliputi:
- Memperkuat visibilitas Seychelles di pasar pariwisata internasional utama;
- Memperluas kemitraan dengan maskapai penerbangan, operator tur, penasihat perjalanan, dan platform perjalanan digital;
- Mendukung diversifikasi produk pariwisata di luar pariwisata pantai mewah tradisional;
- Meningkatkan pengalaman pengunjung dan standar kualitas destinasi;
- Mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan dan pelestarian lingkungan;
- Mendukung usaha pariwisata skala kecil dan inisiatif pariwisata berbasis komunitas;
- Meningkatkan ketahanan sektor pariwisata terhadap guncangan ekonomi dan geopolitik;
- Memanfaatkan pemasaran digital, analisis data, dan inovasi untuk meningkatkan daya saing.
Dewan tersebut juga diharapkan memainkan peran utama dalam menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan prioritas lingkungan negara, terutama karena Seychelles terus memposisikan diri sebagai salah satu destinasi pulau berkelanjutan terkemuka di dunia.
Vesna Rakić Membawa Pengalaman Industri yang Luas
Transisi ini akan dipimpin oleh Vesna Rakić, seorang profesional pariwisata yang dihormati dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai sektor industri pariwisata.
Latar belakangnya mencakup pemasaran destinasi, pengembangan produk pariwisata, strategi penjualan, kewirausahaan, dan penguatan sistem pariwisata.
Rakić memegang gelar BA (Hons) di bidang Administrasi Bisnis (Pemasaran) dari London South Bank University dan telah memegang posisi kepemimpinan senior di beberapa organisasi pariwisata, termasuk Sales & Marketing Seychelles Pty Ltd, Bookseychelles, Creole Holidays, dan Travel Services Seychelles Ltd.
Tanggung jawabnya sebelumnya termasuk mengawasi portofolio pariwisata utama, termasuk Desroches Island Resort dan Cat Cocos.
Dia juga diakui sebagai anggota pendiri Asosiasi Hotel & Usaha Kecil Seychelles dan telah terlibat erat dalam inisiatif yang mendukung inovasi pariwisata, akses pasar, dan kolaborasi industri.
Momen Kritis bagi Pariwisata Seychelles
Pengangkatan Rakić terjadi pada momen penting bagi pariwisata Seychelles.
Meskipun destinasi ini tetap menarik secara global, sektor pariwisata menghadapi tekanan yang semakin besar dari meningkatnya persaingan regional, perubahan pola perjalanan, ekspektasi keberlanjutan, dan kebutuhan berkelanjutan untuk mendiversifikasi pasar sumber.
Oleh karena itu, STB yang dibentuk kembali akan dinilai tidak hanya berdasarkan kinerja pemasarannya, tetapi juga berdasarkan kemampuannya untuk memodernisasi strategi pariwisata Seychelles sambil melestarikan aset lingkungan dan budaya yang mendefinisikan daya tarik internasional negara kepulauan tersebut.
Bagi banyak orang di industri pariwisata, kembalinya Dewan Pariwisata Seychelles mewakili lebih dari sekadar perubahan administratif — ini mencerminkan pengakuan yang lebih luas bahwa pemasaran pariwisata dan manajemen destinasi membutuhkan fokus khusus, kemitraan industri yang kuat, dan visi strategis jangka panjang dalam lanskap pariwisata global yang semakin kompetitif.



Tinggalkan Komentar