eTurboNews Penerbit dan WTN Ketua Juergen Steinmetz berada di Westin Dragonara Resort di pesisir Malta, tempat energinya begitu terasa. Sekitar 500 perwakilan dari Lufthansa City Center (LCC) telah berkumpul untuk menghadiri Sidang Umum ke-21 jaringan waralaba tersebut—reuni global pertamanya sejak Marbella pada tahun 2023.
Kebanyakan Pusat Kota Lufthansa agen anggota adalah perusahaan perjalanan kecil dan menengah, dan audiensnya World Tourism Network juga menyambut baik peningkatan jaringan globalnya di 133 negara.
Tema, "Dampak," menangkap suasana hati dan misi: untuk mendefinisikan peran industri perjalanan yang berkembang pesat dan menetapkan arah menuju tahun 2030.
Hari ini, para delegasi yang terbang dari setiap sudut dunia mengunjungi perkebunan zaitun lokal di Malta dan disuguhi acara mencicipi, termasuk beberapa bir, anggur, dan keju buatan sendiri yang lezat.


Bagi Lufthansa City Center – yang kini menjadi jaringan waralaba agen perjalanan independen terbesar di dunia dengan 600 anggota di 110 negara – pertemuan tahunan ini telah lama menjadi kompas. Sejak pertemuan pertama di tahun 2000, pertemuan ini telah menjadi platform untuk pertukaran kewirausahaan, inovasi, dan arahan strategis bagi jaringan yang berkembang pesat berkat keahlian lokal yang didukung oleh kekuatan global.
DNA Hibrida untuk Dunia yang Berubah
"Kekuatan terbesar kami terletak pada model bisnis hibrida kami dengan pilar-pilar perjalanan korporat dan wisata—serta keberagaman kewirausahaan yang menjadi ciri khas jaringan kami," ujar Markus Orth, Direktur Pelaksana LCC di Jerman. Keberagaman tersebut terlihat jelas di Malta, dengan para pemilik, manajer, dan eksekutif dari 78 negara saling berbagi pengalaman, tantangan, dan ide.
Fokus ganda pada perjalanan bisnis dan liburan terbukti sangat berharga seiring terus bergesernya pola perjalanan global. Geopolitik yang fluktuatif, meningkatnya ekspektasi digital, dan pengaruh Gen Z sedang membentuk kembali cara orang bepergian, memesan, dan merencanakan perjalanan. LCC melihat momen ini bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai lahan subur untuk inovasi.
Pelancong Generasi Berikutnya, AI, Perhatian Penuh, dan Geopolitik: Agenda Empat Pilar
Sidang tahun ini dibangun berdasarkan empat tema yang menurut LCC akan menentukan dekade berikutnya:
Perilaku perjalanan generasi berikutnya, kecerdasan buatan, perhatian penuh, dan perubahan geopolitik.
Pidato utama disampaikan oleh gabungan para pemimpin pemikiran: ahli strategi Gen Z Yaël Meier, penasihat politik Julius van de Laar, dan drummer rock yang kini menjadi pelatih motivasi Mark Schulman. Bersama-sama, mereka menawarkan pandangan komprehensif tentang masa depan—bagaimana wisatawan muda menuntut fleksibilitas dan autentisitas, bagaimana perangkat AI membentuk kembali layanan pelanggan, dan bagaimana para pemimpin dapat tetap membumi di tengah ketidakpastian global.
Lokakarya ini mewujudkan ide-ide tersebut: perangkat penjualan bertenaga AI, VR dan AR untuk pelatihan keterampilan lunak, produk rekreasi baru, dan diskusi tentang cara menghadapi disrupsi perjalanan global. Tiga belas profesional muda LCC—yang disebut sebagai "Bakat Muda" jaringan—hadir untuk pertama kalinya, sebuah simbol bagi masa depan organisasi.
ImpACT 2030: Visi Bersama Diungkap
Puncak acara ini adalah penampilan bersama Direktur Pelaksana Markus Orth dan Heiko Brix. Di bawah bendera “Dampak 2030,” mereka menguraikan peta jalan LCC untuk evolusi strategis dan budaya menjelang ulang tahunnya yang ke-40 pada tahun 2031.
“Lufthansa City Center lebih dari sekadar jaringan agen perjalanan—ini adalah jaringan wirausaha yang dinamis dengan semangat global dan tulang punggung lokal,” kata Brix, yang mengawasi pasar internasional untuk LCCI.
Setelah bertahun-tahun memperluas kemitraan global, format pelatihan baru, dan memperkuat jaringan DMC, Brix sedang mempersiapkan fase berikutnya: pertumbuhan terkendali di pasar-pasar utama, memperluas ekosistem mitra, dan membina wirausahawan baru. Portofolio pemasok internasional—yang mencakup maskapai penerbangan, hotel, dan solusi teknologi—juga akan diperluas.
“Tujuan kami adalah menggabungkan kekuatan teknologi, keberlanjutan, dan faktor manusia melalui kerja sama yang erat dan visi bersama,” ujar Brix. Orth menambahkan: “ImpACT 2030 adalah pendekatan bersama kami untuk menjadikan LCC lebih terlihat, digital, dan menarik di seluruh dunia.”
Tempat Inovasi Bertemu dengan Semangat Kewirausahaan
Sesuai dengan filosofi panduan LCC—“Sentuhan & Teknologi”—pertemuan ini memadukan interaksi personal dengan perangkat digital mutakhir. Para peserta pameran dan mitra dari seluruh dunia hadir di lokasi untuk memamerkan teknologi baru, inisiatif keberlanjutan, dan solusi perjalanan bisnis. Sementara itu, perwakilan dari 66 negara berkembang anggota (DMC) dan hampir 100 spesialis perjalanan bisnis mengubah Malta menjadi pusat jejaring dan penemuan.
Menatap Tahun 2030
Menjelang akhir sidang, sentimen yang ada adalah momentum. Percakapan di Malta tidak akan berhenti di sana; percakapan tersebut akan membentuk strategi dari Lima hingga Lagos, dari München hingga Manila.
“Kami akan meninggalkan Malta dengan rasa bangga atas pencapaian kami, dengan kejelasan tentang langkah kami selanjutnya, dan keyakinan untuk membentuk masa depan yang kuat bersama,” kenang Orth.



Tinggalkan Komentar