Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, banyak pengelola hotel dan motel keliru percaya bahwa membahas keamanan penginapan akan membuat tamu takut atau memberi kesan bahwa properti mereka tidak aman. Akibatnya, masalah keamanan seringkali diabaikan atau disembunyikan dari diskusi publik.
Hal ini baru terjadi ketika ada program investigasi seperti 20/20 mulai menyoroti kekurangan keamanan—terutama di motel—sehingga industri perhotelan mulai menghadapi masalah tersebut secara langsung. Perhatian media mengungkapkan sebuah fakta penting: hanya sedikit hal yang merusak reputasi destinasi lebih cepat daripada kurangnya keselamatan dan keamanan.
Meskipun keamanan total dalam perjalanan mustahil, hotel, motel, dan penyedia layanan penyewaan jangka pendek dapat mengambil langkah-langkah signifikan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. Memprioritaskan keselamatan tidak hanya melindungi tamu, tetapi juga meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan laba bisnis.
Keamanan Dimulai dari Luar Pintu
Penginapan memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat di sekitarnya. Keamanan tidak hanya terbatas di lobi hotel—tetapi juga mencakup area parkir, trotoar, dan area di sekitarnya. Pengelola harus memahami tren kejahatan lokal dan mempertimbangkannya dalam rencana keamanan mereka. Jika properti terletak di area dengan tingkat kejahatan tinggi, tindakan pencegahan yang tepat, seperti pengawasan yang ditingkatkan dan staf keamanan yang terlatih, sangatlah penting.
Layanan Pelanggan dan Keamanan Berjalan Beriringan
Layanan pelanggan yang prima seringkali merupakan langkah awal menuju lingkungan yang aman. Bisnis yang memperlakukan tamu dengan penuh perhatian akan menunjukkan perhatian dan rasa hormat, sehingga menciptakan suasana yang lebih aman. Sebaliknya, properti dengan layanan yang buruk mengirimkan pesan ketidakpedulian yang tersirat—yang seringkali mengakibatkan lebih banyak masalah keamanan.

Ketahui Siapa yang Bekerja untuk Anda
Pemeriksaan karyawan merupakan bagian penting lainnya dari keamanan penginapan. Staf sering kali memiliki akses ke kamar tamu, kunci, dan informasi sensitif. Tanpa pemeriksaan latar belakang, manajer mungkin tanpa sadar mempekerjakan individu dengan riwayat kriminal. Di hotel-hotel besar, departemen keamanan harus menyimpan salinan kartu identitas berfoto karyawan dan melacak akses kunci.
Untuk Airbnb dan penyewaan jangka pendek lainnya, di mana pemilik mungkin tidak berada di lokasi, pemeriksaan latar belakang dan verifikasi identitas petugas kebersihan, petugas pemeliharaan, dan staf lainnya sangatlah penting. Tes narkoba dan verifikasi identitas secara berkala dapat mencegah pelanggaran keamanan yang serius.
Asumsikan Tamu Tidak Akan Membaca Informasi Keselamatan
Kebanyakan tamu tidak pernah membaca materi keselamatan yang disediakan di kamar mereka. Dalam keadaan darurat, mereka jarang mengingat instruksi tercetak. Oleh karena itu, prosedur darurat harus sederhana, ditandai dengan jelas, dan didukung oleh staf terlatih yang dapat merespons secara efektif di bawah tekanan.
Berinvestasi dalam Pelatihan dan Komunikasi Staf
Pelatihan keamanan harus berkelanjutan, praktis, dan multibahasa. Staf harus mampu berkomunikasi dengan jelas dengan tamu, terutama mereka yang berbicara bahasa asing. Sebisa mungkin, manajer harus mendapatkan sertifikasi dari badan keamanan yang diakui untuk memastikan standar yang konsisten.
Lindungi Properti dan Manusia
Keamanan tidak hanya mencakup tamu—tetapi juga mencakup perlindungan properti dan fasilitas. Hal ini khususnya berlaku bagi tuan rumah Airbnb, yang mungkin menghadapi tamu yang ceroboh atau kerusakan pada furnitur dan peralatan. Langkah-langkah pencegahan seperti kunci yang aman, kebijakan sewa yang jelas, dan sistem deposit dapat meminimalkan kerugian.
Hormati Perbedaan Budaya
Memahami ekspektasi budaya tamu meningkatkan keramahan dan keamanan. Misalnya, beberapa budaya mungkin lebih percaya atau memiliki norma gender yang berbeda. Pelatihan kepekaan membantu staf menangani beragam situasi dengan hormat dan aman.
Membangun Kemitraan dengan Penegak Hukum Lokal
Hubungan yang kuat dengan kepolisian setempat dapat memberikan dampak yang signifikan. Manajer harus secara proaktif menghubungi penegak hukum setempat, mengundang mereka untuk melakukan inspeksi, dan membangun saluran komunikasi. Kemitraan ini seringkali mencegah masalah kecil berkembang menjadi insiden besar.
Meningkatkan Peralatan dan Memelihara Sistem
Peningkatan kecil sekalipun dapat meningkatkan keamanan secara drastis. Pertimbangkan untuk memperkuat kunci jendela, memasang alarm di pintu darurat, dan memelihara sistem kendali kunci yang andal. Kamera pengawas harus dipantau oleh staf terlatih, dan semua peralatan harus diperiksa secara berkala.
Tempat parkir yang terang dan area pembuangan sampah yang aman juga mencegah kejahatan. Staf harus dilatih untuk memberikan akses langsung ke rekaman video kepada penegak hukum jika terjadi keadaan darurat.
Rencanakan untuk yang tak terduga
Keamanan juga mencakup kesiapsiagaan. Manajer harus secara berkala memeriksa sistem ventilasi, pintu keluar darurat, dan rute evakuasi. Rencana harus mencakup rencana kontinjensi untuk pemadaman listrik, kebakaran, atau keadaan darurat lainnya, yang memastikan bahwa bahkan tamu penyandang disabilitas pun dapat dievakuasi dengan aman.
Karena banyak wisatawan tidak berbicara bahasa setempat, hotel dan penyewaan jangka pendek sebaiknya memiliki rencana komunikasi darurat multibahasa. Instruksi hanya berguna jika dapat dipahami.
Melakukan Penilaian Keamanan Reguler
Penilaian keamanan dan keselamatan bagi pariwisata sama pentingnya dengan pemeriksaan medis bagi kesehatan pribadi. Setiap properti dan destinasi harus menjalani evaluasi berkala untuk mengidentifikasi kerentanan, memperkuat prosedur, dan mengantisipasi tantangan di masa mendatang.
Kesimpulan
Pelancong modern mengutamakan keselamatan sama pentingnya dengan kenyamanan. Dengan mengintegrasikan langkah-langkah keamanan yang cermat, melatih staf, dan melibatkan masyarakat, industri perhotelan dapat menjamin kesejahteraan tamu dan kesuksesan bisnis jangka panjang. Keamanan bukan sekadar biaya—melainkan investasi dalam kepercayaan, reputasi, dan masa depan pariwisata.
Dengan penulis tamu: Benton Keough, Wakil Presiden Pariwisata & More, Inc.



Tinggalkan Komentar