Dalam upaya untuk menarik pasar pelancong petualangan Amerika yang sedang berkembang, Kepulauan Solomon melancarkan kampanye pariwisata dan penerbangan tingkat tinggi di Amerika Serikat pada bulan November ini, yang menandakan salah satu dorongan paling ambisius yang dilakukan negara Pasifik tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Upaya yang berlangsung selama sebulan, dipimpin oleh dewan pariwisata nasional Kepulauan Solomon dan Solomon Airlines, diawali dengan acara khusus di Los Angeles yang dihadiri oleh hampir 30 pakar perjalanan terkemuka California. Bertempat di Restoran Proud Bird yang bertema penerbangan, acara ini menawarkan para profesional perjalanan AS wawasan mendalam tentang perkembangan pariwisata terkini di kepulauan tersebut—mulai dari penginapan ramah lingkungan butik baru hingga perluasan pilihan penerbangan domestik yang menghubungkan pulau-pulau terpencil.
Mewakili Kepulauan Solomon adalah Fiona Teama, Kepala Penjualan & Pemasaran; Eldona Lokay, Pejabat Pemasaran; Susan Bejeckian, Penasihat Hubungan Masyarakat Amerika Utara; dan Sascha Henckell, Manajer Penjualan AirlinePros USA. Bersama-sama, mereka menyampaikan pesan yang tegas: Kepulauan Solomon ingin para pelancong Amerika—terutama penyelam, pencari petualangan, dan pengunjung yang memiliki rasa ingin tahu budaya—melihat negara ini sebagai sudut terakhir yang benar-benar belum tersentuh di Pasifik Selatan.
Operator tur mengatakan beberapa faktor mendorong minat baru AS terhadap kepulauan tersebut:

1. Menyelam Kelas Dunia, Tidak Ramai
Kepulauan Solomon terletak di atas salah satu perairan dengan keanekaragaman hayati tertinggi di planet ini. Dengan bangkai kapal Perang Dunia II, terumbu karang yang padat, dan dinding laut dalam, destinasi ini sering dibandingkan dengan Fiji atau Palau—tetapi dengan jumlah pengunjung yang jauh lebih sedikit.
2. Meningkatnya Permintaan untuk Destinasi yang “Masih Asri”

Wisatawan Amerika pascapandemi semakin mencari tempat-tempat yang bebas dari pariwisata massal. Kepulauan Solomon, dengan hanya sekitar 30,000 pengunjung per tahun (dibandingkan dengan 900,000+ pengunjung di Fiji), memposisikan diri sebagai alternatif anti-resor.
3. Keaslian Budaya
Lebih dari 900 pulau di kepulauan ini merupakan rumah bagi beragam budaya dan bahasa yang unik. Penginapan di desa, upacara penyambutan tradisional, dan kerajinan tangan yang meriah menarik bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman mendalam, alih-alih pengalaman yang dikemas.
4. Wisata Sejarah Perang Dunia II
Dari medan perang Guadalcanal hingga bangkai kapal bawah laut yang dapat diakses oleh penyelam rekreasi, minat AS terhadap warisan Perang Dunia II Pasifik tetap kuat—didukung oleh film dokumenter dan perhatian baru dari para sejarawan.
5. Momentum Perjalanan Petualangan
Warga Amerika makin banyak yang memesan perjalanan yang menekankan penjelajahan alam terpencil, mendayung, menyelam, berselancar, mengamati burung, dan eksplorasi yang berfokus pada konservasi—semua pengalaman yang ditawarkan Kepulauan Solomon dengan berlimpah.
Kehadiran Besar di DEMA di Orlando
Setelah pameran di Los Angeles, delegasi Kepulauan Solomon melakukan perjalanan ke Orlando untuk menghadiri Pameran Tahunan Diving Equipment & Marketing Association (DEMA), pertemuan terbesar di dunia bagi para profesional scuba, wisata selam, dan olahraga air aksi.
Di Paviliun Pasifik Selatan—yang diselenggarakan bersama dengan Fiji, Papua Nugini, Tahiti, Tonga, Vanuatu, Fiji Airways, dan Organisasi Pariwisata Pasifik Selatan—diperkirakan 100 spesialis selam, media, dan grosir mengunjungi stan Kepulauan Solomon selama pameran empat hari tersebut. Lebih dari 5,000 pengunjung mengunjungi pameran setiap tahunnya.
Bagi negara yang daya tarik utamanya adalah dunia bawah lautnya, kehadiran DEMA sangatlah penting. "Para penyelam Amerika selalu terkejut ketika melihat foto-foto Kepulauan Solomon," ujar seorang perwakilan. "Mereka telah menyelam ke mana-mana, namun mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka belum pernah melihat yang seperti ini."
Taruhan Strategis di Pasar AS
Hanya sebagian kecil wisatawan Amerika yang saat ini mencapai Kepulauan Solomon, sebagian karena penerbangan biasanya melalui Fiji, Brisbane, atau Papua Nugini. Namun, Solomon Airlines dan mitra regionalnya mengandalkan janji jangka panjang berupa audiens Amerika yang canggih dan berpengalaman.
Para pelaku industri mengatakan kampanye AS tahun ini menandai sebuah pergeseran: investasi yang diperhitungkan pada wisatawan bersedia untuk melangkah lebih jauh untuk keaslian, kekayaan ekologi, dan rasa penemuan itu adalah semakin hilang dari destinasi pulau yang lebih terkenal.
Seperti yang dikatakan oleh seorang pejabat pariwisata, “Anda tidak datang ke Kepulauan Solomon untuk berlibur ke sebuah resor—Anda datang untuk menemukan sebuah tempat.”



Tinggalkan Komentar