Selamat Datang di eTurboNews | eTN   Klik untuk mendengarkan teks yang disorot! Selamat Datang di eTurboNews | eTN

Klik disini ijika Anda punya berita untuk dibagikan

Berita Perjalanan Inggris Berita Destinasi Budaya Berita Perjalanan Terkini eTN Berita Perjalanan Unggulan Berita

Festival Abad Pertengahan Kastil Arundel Membawa Ribuan Orang Kembali ke Tahun 1189

Arundel
Ditulis oleh Juergen T Steinmetz

Ribuan pengunjung memasuki Inggris abad pertengahan di festival libur Paskah Kastil Arundel, di mana adu tanding, pertunjukan pertempuran, dan aktivitas interaktif menghidupkan kembali tahun 1189. Acara tiga hari ini menandai dimulainya musim 2026 kastil, memadukan sejarah yang mendalam dengan salah satu pameran tulip paling spektakuler di Eropa.

ARUNDEL, WEST SUSSEX — Dentingan pedang, sorak sorai penonton, dan kibaran bendera kembali mewarnai halaman Kastil Arundel pada libur Paskah tahun ini, ketika ribuan pengunjung kembali ke tahun 1189 untuk Festival Abad Pertengahan pertama di lokasi tersebut pada tahun 2026.

Diselenggarakan dari Jumat 3 hingga Minggu 5 April, acara tiga hari ini mengubah kawasan bersejarah tersebut menjadi rekonstruksi Inggris abad pertengahan yang hidup. Inti dari acara ini adalah turnamen besar yang diadakan untuk menghormati penobatan Raja Richard I—lebih dikenal sebagai Richard si Hati Singa—yang dipandu dengan gaya zaman itu oleh Earl of Arundel.

Pengalaman Sejarah yang Hidup

Bertempat di perkemahan tenda yang luas di halaman bawah kastil, festival ini menghadirkan pengalaman mendalam yang mengaburkan batas antara masa lalu dan masa kini. Para pemeran ulang sejarah dengan baju zirah lengkap menampilkan pertunjukan pertempuran yang dramatis, sementara demonstrasi berburu dengan elang dan kontes panahan menarik banyak pengunjung sepanjang akhir pekan.

Para pengunjung bukan hanya sekadar penonton. Keluarga-keluarga mencoba melempar kapak dan memanah, sementara tamu-tamu yang lebih muda ikut serta dalam "Pertempuran Anak-Anak" yang populer di kastil dan lokakarya kreatif di tenda kerajinan. Suasana dipenuhi dengan musik abad pertengahan, aroma kios makanan, dan keriuhan yang tak salah lagi dari sejarah yang hidup kembali.

Andrew Lewis, Manajer Kastil, mengatakan jumlah pengunjung melebihi ekspektasi:
“Kami sangat senang melihat begitu banyak pengunjung menikmati berbagai aktivitas dan demonstrasi yang ditawarkan. Baik itu mengikuti pengalaman langsung atau sekadar menikmati suasana, ada sesuatu yang dapat memikat setiap orang.”

Sebuah Kastil yang Sarat dengan Sejarah Seribu Tahun

Kastil Arundel sendiri bukanlah sekadar latar belakang. Berasal dari masa pemerintahan Edward sang Pengaku Iman dan diselesaikan oleh Roger de Montgomery—sepupu William sang Penakluk—benteng ini telah berdiri selama hampir satu milenium sebagai simbol kekuatan, ketahanan, dan keberlanjutan.

Meskipun mengalami kerusakan selama Perang Saudara Inggris, kastil ini dipugar dengan cermat pada abad ke-18 dan ke-19. Saat ini, kastil tersebut tetap menjadi kediaman para Adipati Norfolk dan merupakan rumah bagi Edward Fitzalan-Howard, Adipati dan Marsekal Agung Inggris ke-18.

Selama berabad-abad, tempat ini telah menyambut tokoh-tokoh termasuk Ratu Victoria dan Pangeran Albert, menambahkan lapisan hubungan kerajaan pada narasi yang sudah kaya.

Siapa yang Datang ke Arundel—dan Mengapa

Festival ini menarik beragam pengunjung: para pencinta sejarah, keluarga yang mencari pengalaman mendalam, wisatawan internasional, dan penduduk lokal. Bagi banyak orang, Arundel menawarkan sesuatu yang semakin langka—hubungan nyata dengan masa lalu abad pertengahan Inggris.

Berbeda dengan museum statis, program musiman kastil ini mengubah sejarah menjadi sebuah acara partisipatif. Mulai dari turnamen adu pedang hingga pertunjukan Shakespeare, pengunjung diundang tidak hanya untuk mengamati sejarah, tetapi juga untuk melangkah masuk ke dalamnya.

Perpaduan Unik antara Warisan Budaya dan Pertunjukan yang Spektakuler

Yang membedakan Arundel adalah kemampuannya menggabungkan keaslian dengan aksesibilitas. Festival abad pertengahan ini berlandaskan detail sejarah, namun dirancang untuk penonton modern. Hal yang sama berlaku untuk Festival Tulip yang terkenal, yang juga dimulai pada akhir pekan Paskah.

Tahun ini, lebih dari 110,000 bunga tulip dari 120 varietas bermekaran di taman-taman kastil yang tertata rapi—secara luas dianggap sebagai salah satu tampilan taman terbaik di Eropa. Kontras antara warna musim semi yang cerah dan dinding batu kuno menambah dimensi lain pada pengalaman pengunjung.

Tantangan dalam Melestarikan Masa Lalu

Menyelenggarakan acara berskala besar di situs yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia Kelas I bukanlah tanpa tantangan. Persyaratan konservasi, pengelolaan pengunjung, dan kebutuhan untuk menyeimbangkan hiburan dengan integritas sejarah semuanya membutuhkan perencanaan yang cermat.

Selain itu, ada juga tantangan yang lebih luas terkait relevansi—memastikan bahwa sebuah kastil yang berakar pada abad ke-11 terus menarik perhatian khalayak abad ke-21. Acara seperti Festival Abad Pertengahan merupakan bagian dari solusi tersebut, menawarkan pengalaman edukatif yang dinamis yang menjaga warisan budaya tetap hidup.

Menatap ke Depan

Saat musim 2026 dimulai, Kastil Arundel sekali lagi menunjukkan daya tariknya yang abadi. Buka dari bulan April hingga awal November, kalender acaranya yang padat menjanjikan segalanya, mulai dari pameran bunga hingga pertunjukan teater.

Namun bagi banyak orang yang hadir selama Paskah, momen paling berkesan tetaplah saat-saat ketika waktu seolah berhenti—ketika para ksatria berkuda, panah beterbangan, dan sejarah terasa tidak jauh, melainkan hidup dan nyata.

Di Arundel, masa lalu tidak hanya dilestarikan. Ia juga dipentaskan.

Tentang Penulis

Juergen T Steinmetz

Juergen Thomas Steinmetz terus bekerja di industri perjalanan dan pariwisata sejak remaja di Jerman (1977).
Dia menemukan eTurboNews pada tahun 1999 sebagai buletin online pertama untuk industri pariwisata perjalanan global.

Tinggalkan Komentar

Klik untuk mendengarkan teks yang disorot!