Bahama memperkuat komitmennya terhadap kerja sama pariwisata internasional sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata, Investasi, dan Penerbangan, Yang Terhormat Glenys Hanna-Martin, memimpin delegasi nasional ke dua pertemuan besar Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa di Asunción, Paraguay, pada tanggal 28–29 Mei.
Kunjungan ini menyoroti partisipasi aktif Bahama dalam diskusi kebijakan pariwisata global dan dedikasinya untuk mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan tangguh melalui kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari program tersebut, Menteri Hanna-Martin dijadwalkan untuk berbicara di forum tingkat tinggi, “Masa Depan Adalah Milik Perempuan: Membentuk Pariwisata Masa Depan,” di mana para pemimpin global dan pemangku kepentingan industri akan membahas pengaruh perempuan yang semakin besar dalam kepemimpinan, inovasi, dan transformasi sektor pariwisata.
Pada tanggal 29 Mei, delegasi Bahama akan berpartisipasi dalam Pertemuan ke-71 Komisi Regional Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika (CAM)Pertemuan ini berfungsi sebagai platform utama untuk koordinasi kebijakan regional dan akan menyatukan negara-negara anggota dan mitra internasional untuk membahas isu-isu penting pariwisata, termasuk keberlanjutan, konektivitas, investasi, inovasi, ketahanan, dan kerja sama regional.
Para pejabat mengatakan pertemuan-pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi Bahama untuk memajukan prioritas nasional sekaligus berkontribusi pada upaya internasional yang lebih luas yang bertujuan untuk menciptakan industri pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Bahama tetap berkomitmen pada keterlibatan internasional yang kuat dan kolaborasi yang bermakna seiring dengan terus berkembangnya pariwisata secara global,” kata Menteri Hanna-Martin. “Pertemuan-pertemuan ini memberikan kesempatan penting untuk memperkuat hubungan, bertukar ide, dan berkontribusi pada diskusi yang akan membantu membentuk arah masa depan pariwisata.”
Misi ini menandai keterlibatan resmi pertama Menteri Hanna-Martin di bidang pariwisata internasional sejak menjabat, yang menandakan fokus berkelanjutan pemerintah untuk memperkuat kemitraan dan meningkatkan peran Bahama dalam komunitas pariwisata global.
Delegasi tersebut juga mencakup Direktur Jenderal Latia Duncombe serta para pejabat senior pariwisata, yang akan berpartisipasi dalam serangkaian pertemuan dan sesi kerja sepanjang program ini.
Duncombe menekankan bahwa keterlibatan Bahama dengan UN Tourism mencerminkan komitmen negara tersebut terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan jangka panjang.
“Pertemuan-pertemuan ini menyediakan platform penting untuk memajukan inisiatif yang mendukung pengembangan pariwisata di masa depan sekaligus memperkuat kerja sama regional dan internasional,” katanya.

Hasil dari pertemuan-pertemuan tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada upaya berkelanjutan untuk memposisikan Bahama sebagai suara terdepan dalam kebijakan dan pengembangan pariwisata di seluruh Amerika dan sekitarnya.



Tinggalkan Komentar