Selamat Datang di eTurboNews | eTN   Klik untuk mendengarkan teks yang disorot! Selamat Datang di eTurboNews | eTN

Klik disini ijika Anda punya berita untuk dibagikan

Berita Perjalanan Arab Saudi Breaking Travel News Berita Perjalanan Terkini eTN Berita Industri Perhotelan Berita Industri Perhotelan hotel pernikahan Berita Berita Resor dan Destinasi Berita Tujuan Perjalanan

Arab Saudi Memperluas Pariwisata Mewah dengan Pengembangan NUMAJ di Alula

alula
Ditulis oleh Juergen T Steinmetz

Arab Saudi mempercepat ambisi pariwisatanya seiring dimulainya pembangunan NUMAJ oleh AlUla Development Company, sebuah hotel Autograph Collection dengan 250 kamar yang dijadwalkan dibuka pada tahun 2027. Proyek ini menyoroti transformasi AlUla menjadi destinasi mewah global di tengah meningkatnya persaingan regional dan dinamika geopolitik yang terus berkembang.

AlUla, Arab Saudi – AlUla Development Company (UDC), anak perusahaan dari Public Investment Fund (PIF), secara resmi telah memulai pembangunan NUMAJ, Autograph Collection, yang menandai tonggak penting dalam transformasi AlUla menjadi pusat pariwisata dan budaya global.

Acara peletakan batu pertama ditandai dengan kunjungan lapangan tingkat tinggi yang dihadiri oleh John Pagano, Direktur Pelaksana UDC, dan Abeer AlAkel, CEO Komisi Kerajaan untuk AlUla (RCU), bersama dengan perwakilan pimpinan senior.

“NUMAJ menandai langkah maju yang jelas dalam agenda penyampaian layanan kami,” kata Pagano. “Saat kami memasuki tahap konstruksi, fokus kami adalah pada pelaksanaan pembangunan berkualitas tinggi dan siap investasi yang memperkuat posisi AlUla, sekaligus membentuk pengalaman perhotelan yang khas yang meningkatkan daya tariknya dalam jangka panjang sebagai destinasi global dan komunitas yang dinamis.”

Dari Visi ke Eksekusi

Dimulainya pembangunan mentransformasikan NUMAJ dari konsep menjadi kenyataan, memperkuat peran UDC sebagai penggerak pembangunan utama di balik rencana induk AlUla. Hotel dengan 250 kamar ini dijadwalkan dibuka pada tahun 2027 dan akan dioperasikan oleh Marriott International di bawah portofolio Autograph Collection Hotels.

Dirancang oleh firma arsitektur Italia GioForma—yang terkenal dengan gedung konser bercermin Maraya di AlUla—NUMAJ mengambil inspirasi dari lanskap alam dan warisan langit di wilayah tersebut. Namanya merujuk pada sistem bintang Nu Ursae Majoris, yang secara historis digunakan sebagai panduan navigasi oleh para penjelajah kuno di wilayah tersebut.

Hotel ini akan memiliki lima tempat makan, fasilitas kesehatan, dan penawaran bisnis dan rekreasi terintegrasi, yang memadukan gaya hidup resor kelas atas dengan pengalaman budaya yang mendalam.

Keberlanjutan dan Keselarasan Langit Gelap

Keberlanjutan tetap menjadi inti dari proyek ini. NUMAJ menargetkan sertifikasi LEED Gold, dengan menggabungkan praktik-praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan seperti penggunaan kembali air limbah, pengadaan material lokal, kaca tahan UV, dan lansekap hemat air. Sistem pencahayaan akan selaras dengan kebijakan Langit Gelap AlUla, melestarikan langit malam yang terkenal di wilayah tersebut.

AlUla dalam Lanskap Pariwisata yang Kompetitif

Pembangunan NUMAJ terjadi di tengah persaingan regional yang semakin ketat di bidang pariwisata mewah dan warisan budaya. Strategi Visi 2030 Arab Saudi telah memicu gelombang proyek-proyek raksasa, termasuk NEOM, Proyek Laut Merah, dan Gerbang Diriyah—semuanya bersaing untuk menarik pengunjung internasional bernilai tinggi.

Secara global, AlUla juga bersaing dengan destinasi budaya yang sudah mapan seperti Petra dan Luxor, yang keduanya menawarkan narasi sejarah yang mendalam dan aset warisan yang diakui UNESCO. Namun, strategi AlUla membedakan dirinya melalui pengembangan yang terkontrol, komitmen terhadap keberlanjutan, dan fokus pada kemewahan berbasis pengalaman.

Konteks Geopolitik dan Prospek Investasi

Peluncuran NUMAJ berlangsung di tengah latar belakang geopolitik yang kompleks. Meskipun ketegangan regional dan ketidakpastian ekonomi global terus memengaruhi pola perjalanan, Arab Saudi telah mempertahankan momentum yang kuat dalam investasi pariwisata, memanfaatkan pendanaan yang didukung PIF dan perencanaan strategis jangka panjang.

Stabilitas relatif Kerajaan Arab Saudi, dikombinasikan dengan pembangunan infrastruktur yang agresif dan pelonggaran kebijakan visa, menempatkan AlUla sebagai destinasi yang tangguh di tengah lanskap pariwisata global yang terus berubah. Selain itu, diversifikasi dari ketergantungan pada minyak tetap menjadi prioritas ekonomi utama, dengan pariwisata memainkan peran penting.

Para analis industri mencatat bahwa proyek-proyek seperti NUMAJ menandakan kepercayaan akan keberlanjutan permintaan internasional untuk pengalaman perjalanan kelas atas yang kaya akan budaya—terutama di pasar Eropa dan Asia.

NUMAJ adalah bagian dari portofolio UDC yang terus berkembang, yang bertujuan untuk mengubah AlUla menjadi destinasi bukan hanya untuk dikunjungi, tetapi juga untuk ditinggali dan diinvestasikan. Seiring berjalannya konstruksi, perhatian akan beralih ke kualitas pelaksanaan, posisi pasar, dan kemampuan untuk menyeimbangkan pelestarian dengan pertumbuhan.

Dengan perpaduan warisan budaya, keberlanjutan, dan kemewahan, NUMAJ mewakili kelanjutan dari upaya ambisius Arab Saudi dalam bidang pariwisata sekaligus ujian keberlanjutan jangka panjangnya di dunia yang semakin kompetitif dan kompleks secara geopolitik.

Tentang Penulis

Juergen T Steinmetz

Juergen Thomas Steinmetz terus bekerja di industri perjalanan dan pariwisata sejak remaja di Jerman (1977).
Dia menemukan eTurboNews pada tahun 1999 sebagai buletin online pertama untuk industri pariwisata perjalanan global.

Tinggalkan Komentar

Klik untuk mendengarkan teks yang disorot!