Selamat Datang di eTurboNews | eTN   Klik untuk mendengarkan teks yang disorot! Selamat Datang di eTurboNews | eTN

Klik disini ijika Anda punya berita untuk dibagikan

Berita Perjalanan Afghanistan Perjalanan Petualangan pariwisata Afghanistan perjalanan afghanistan Berita Destinasi Budaya Berita Perjalanan Terkini eTN Berita Perjalanan Unggulan Berita Industri Perhotelan Berita Hak Asasi Manusia Berita Berita Perjalanan yang Bertanggung Jawab Berita Pariwisata Berita Pemerintah Perjalanan & Pariwisata Berita Tujuan Perjalanan Berita Keselamatan Perjalanan Berita Kawat Perjalanan Berita Industri Perjalanan AS kunjungi afghanistan

Afghanistan Menargetkan Turis AS dengan Video Promosi Aneh

Afghanistan Menargetkan Turis AS dengan Video Promosi Aneh
Afghanistan Menargetkan Turis AS dengan Video Promosi Aneh
Ditulis oleh Harry Johnson

Afghanistan bukanlah tujuan wisata yang umum karena situasi keamanan yang sedang berlangsung dan peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh banyak negara.

Sebuah video promosi aneh yang tampaknya ditujukan kepada wisatawan Amerika dan mendorong mereka untuk mengunjungi Afghanistan telah diungkap oleh operator tur lokal.

Video dimulai dengan adegan yang mirip dengan rekaman eksekusi sandera Taliban, memperlihatkan tiga orang berkerudung berlutut sementara seorang pejuang dengan khidmat menyatakan: "Kami punya satu pesan untuk Amerika." Kemudian salah satu tudung diangkat, memperlihatkan seorang pria yang menyeringai sambil mengacungkan jempol dan berseru: "Selamat datang di Afghanistan!

Nadanya kemudian berubah drastis menjadi montase yang menyandingkan gambar tank, truk pikap dengan pejuang bersenjata, berenang di tepi danau dengan senapan serbu, dan 'turis Barat' yang mencicipi masakan Afghanistan di tenda-tenda berwarna-warni. Seorang 'turis' dengan santai memeriksa senapan berlabel "Milik Pemerintah AS", sambil bercanda, "Bahkan tidak ada pengamannya."

Video yang dirilis oleh agensi pariwisata Raza Afghanistan ini dengan cepat meraih popularitas dan menjadi viral dalam hitungan hari. Keterangan yang menyertai video tersebut berbunyi: "Pegunungan Afghanistan telah siap menyambut kedatangan sebagian besar wisatawan," dan menampilkan emoji bendera AS dan elang botak.

Profil sosial yang terkait dengan Taliban menyebarkan video tersebut, mengingat organisasi militan tersebut telah berupaya meningkatkan daya tarik Afghanistan bagi pengunjung asing sejak mengambil alih kendali negara tersebut pada tahun 2021.

Pada tahun 2021, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Afghanistan mencapai 691, yang meningkat drastis menjadi 7,000 pada tahun 2023. Beberapa pengguna Instagram dari Amerika Serikat telah memamerkan perjalanan mereka ke Afghanistan di platform media sosial mereka.

Namun, para influencer ini langsung menghadapi kritik keras karena meremehkan kesulitan yang terjadi di bawah pemerintahan Taliban.

Afghanistan bukanlah tujuan wisata yang umum karena situasi keamanan yang sedang berlangsung dan peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh banyak negara, menurut travel.state.gov.

Saat ini, satu-satunya negara yang dilaporkan menawarkan tur terorganisir ke Afghanistan adalah Rusia, dengan perusahaan-perusahaan tur Rusia yang mengatur perjalanan bagi warga negara mereka. Tur-tur ini tampaknya merupakan hasil dari hubungan yang menghangat antara Rusia dan pemerintah yang dipimpin Taliban.

Awal bulan ini, Rusia secara resmi mengakui Taliban sebagai pemerintah sah Afghanistan, sehingga menjadi negara pertama di dunia yang menjalin hubungan diplomatik formal dengan rezim Islam di Kabul.

Tak lama setelah pengakuan resmi, media melaporkan bahwa agen perjalanan Rusia mulai mempromosikan perjalanan ke Afghanistan yang dikuasai Taliban, menawarkan paket seminggu dengan harga sekitar 235,000 rubel ($3,000), dengan keberangkatan dijadwalkan pada pertengahan Juli.

Namun, Aliansi Agen Perjalanan Rusia membantah laporan tersebut, dengan menyatakan bahwa tur terorganisir ke Afghanistan tidak memungkinkan karena masalah keamanan yang serius. Namun, organisasi tersebut mengakui bahwa pengaturan perjalanan individu dapat dilakukan, dengan syarat wisatawan bertanggung jawab penuh atas keselamatan mereka sendiri.

Agen perjalanan lain, seperti Untamed Borders, juga menyediakan tur ke Afghanistan; namun, tur ini tidak selalu dimulai dari satu negara tertentu. Misalnya, Untamed Borders menawarkan tur ke Afghanistan, tetapi fokus utamanya adalah pemrosesan visa di Peshawar, Pakistan.

Tentang Penulis

Harry Johnson

Harry Johnson telah menjadi editor penugasan untuk eTurboNews Selama lebih dari 20 tahun. Ia tinggal di Honolulu, Hawaii, dan berasal dari Eropa. Ia gemar menulis dan meliput berita.

Tinggalkan Komentar

Klik untuk mendengarkan teks yang disorot!