Berita Internasional Terbaru Breaking Travel News Bisnis perjalanan Berita Pemerintah Berita Terbaru Indonesia Investasi Berita Tanggung jawab keselamatan Pariwisata Pembaruan Tujuan Perjalanan Berita Kawat Perjalanan Berbagai Berita

Pernyataan Pemerintah Indonesia: Tidak ada lagi visa on arrival karena COVID-19

Pernyataan Pemerintah Indonesia: Tidak ada lagi visa on arrival karena COVID-19
indo1
Ditulis oleh Juergen T Steinmetz

Pemerintah Indonesia terus mencermati laporan situasi WHO tentang penyebaran virus Corona.
Mengingat semakin banyaknya negara yang terdampak COVID-19, Pemerintah mengimbau seluruh WNI untuk membatasi perjalanan keluar yang tidak esensial.

Bagi WNI yang sedang bepergian ke luar negeri, disarankan untuk kembali ke Indonesia secepat mungkin untuk menghindari gangguan perjalanan lebih lanjut. Sejumlah negara telah memberlakukan kebijakan untuk membatasi pergerakan orang. Seluruh WNI diminta untuk memantau informasi yang tersedia melalui Aplikasi Safe Travel atau menghubungi hotline Perwakilan RI terdekat.

Pemerintah Indonesia telah menangguhkan kebijakan pembebasan visa untuk kunjungan kunjungan singkat, visa saat kedatangan dan fasilitas bebas visa diplomatik / dinas untuk semua negara, untuk jangka waktu 1 bulan.

Semua orang asing / pelancong yang ingin mengunjungi Indonesia harus mendapatkan visa dari perwakilan Indonesia sesuai dengan tujuan kunjungan mereka. Setelah pengajuan, pelamar harus memberikan sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan terkait dari negara masing-masing.

Selain itu, sejumlah kebijakan spesifik negara adalah sebagai berikut: Pertama, kebijakan terhadap pengunjung asal China tetap diberlakukan, sesuai dengan Pernyataan Menlu tanggal 2 Februari 2020.

Kedua, kebijakan terhadap pengunjung dari Korea Selatan, Kota Daegu, dan Provinsi Gyeongsangbuk-do tetap berlaku sesuai dengan Pernyataan Menlu tanggal 5 Maret 2020.

Ketiga, tolak masuk atau transit ke Indonesia bagi pengunjung / pelancong yang pernah bepergian ke negara-negara berikut, dalam 14 hari terakhir:
Sebuah. Iran;
b. Italia;
c. Vatikan;
d. Spanyol;
e. Perancis;
f. Jerman;
g. Swiss;
h. Britania Raya

Keempat, semua pengunjung / pemudik wajib melengkapi dan menyerahkan Health Alert Card kepada Otoritas Kesehatan Pelabuhan setibanya di bandara Indonesia. Jika riwayat perjalanan menunjukkan bahwa seseorang telah melakukan perjalanan ke negara-negara di atas dalam 14 hari terakhir, orang tersebut dapat ditolak masuk ke Indonesia.

Kelima, bagi Warga Negara Indonesia yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara di atas, pemeriksaan tambahan akan dilakukan oleh Otoritas Kesehatan Pelabuhan pada saat kedatangan:
Sebuah. Jika pemeriksaan tambahan menunjukkan gejala awal Covid-19, observasi selama 14 hari di fasilitas pemerintah akan diterapkan;
b. Jika tidak ada gejala awal yang ditemukan, karantina mandiri selama 14 hari akan sangat disarankan.

Perpanjangan Short Visit Pass bagi wisatawan asing yang saat ini berada di Indonesia dan telah habis masa berlakunya dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 7 Tahun 2020

Perpanjangan Izin Tinggal bagi pemegang Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) / Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas yang sedang berada di luar negeri dan akan habis masa berlakunya, dilakukan sesuai dengan Peraturan Kementerian. Kehakiman dan Hak Asasi Manusia no.7 tahun 2020

Tindakan ini akan berlaku pada hari Jumat tanggal 20 Maret pukul 00.00 WIB (GMT + 7).
Tindakan ini bersifat sementara dan harus dievaluasi sesuai dengan pengembangan lebih lanjut.

Cetak Ramah, PDF & Email

Tentang Penulis

Juergen T Steinmetz

Juergen Thomas Steinmetz terus bekerja di industri perjalanan dan pariwisata sejak remaja di Jerman (1977).
Dia menemukan eTurboNews pada tahun 1999 sebagai buletin online pertama untuk industri pariwisata perjalanan global.