Penumpang kereta api yang bepergian dari Munich ke Italia mengeluhkan kereta api yang sudah tua, sistem pendingin udara yang rusak, dan keterlambatan. Semua ini akan segera berubah, dan ini disebut Frecciarossa 1000.
Koneksi terbaru antara Roma dan Munich diumumkan minggu lalu oleh Operator Kereta Api Italia Trenitalia, Austrian Railways OBB, dan German Rail (DB) di Munich. Gianpiero Strisciuglio, CEO dan General Manager Trenitalia, dan Michael Peterson, anggota dewan Deutsche Bahn, menghadiri acara tersebut.
Tn. Gianpiero Strisciuglio menekankan pentingnya membangun koneksi kereta api langsung antara Italia dan kota-kota besar Eropa pada tahun 2026.
Proyek ini disebut Metropiolitana D'Europe (Metro Eropa) dan dimulai dengan Frecciarossa 1000, sistem kereta berkecepatan tinggi andalan Italia.
Waktu tempuh pada tahun 2026 akan berkurang menjadi 6 1/2 jam ketika rute Roma – Florence – Bologna – Verona – Rovereto – Trento – Bolzano – Innsbruck – Munich dan kemudian diperpanjang dari Nepal ke Berlin. Nantinya, akan ada 10 koneksi antara Italia dan Jerman, dimulai di Naples, yang tampaknya menghubungkan penumpang di jaringan antarkota lain di seluruh Eropa.
Tn. Gianpiero Strisciuglio menekankan pentingnya membangun koneksi kereta api langsung antara Italia dan kota-kota besar Eropa.
Frecciarossa 1000, kereta api berkecepatan tinggi Trenitalia, mematuhi Spesifikasi Teknis Eropa untuk Interoperabilitas. Kereta ini juga dirancang untuk beroperasi di jaringan kereta api Prancis, yang membentang hingga Spanyol, Swiss, Belgia, dan Belanda.
Komisi Eropa telah memilih inisiatif ini sebagai skema percontohan andalan untuk menghubungkan Eropa melalui rel kereta api. Kereta Frecciarossa sudah beroperasi di Spanyol bekerja sama dengan IRYO, operator kereta cepat swasta pertama di Spanyol. Operasi Trenitalia mencakup armada 20 kereta cepat Frecciarossa 1000.
Tujuannya adalah untuk mempromosikan citra positif perjalanan kereta api sebagai moda transportasi yang paling ramah lingkungan.



Tinggalkan Komentar