Breaking Ground Hotel RIU Baru di Trelawny Bulan Depan

Gambar milik Kementerian Pariwisata Jamaika
Ditulis oleh Linda S. Hohnholz

Menteri Pariwisata Jamaika, Hon. Edmund Bartlett (lihat kanan di foto), berhenti sejenak untuk berfoto dengan Carmen Riu Güell, pemilik jaringan RIU Hotels & Resorts, setelah pertemuan untuk membahas rencananya untuk membangun resor baru dengan 700 kamar di Trelawny bulan depan.

Cetak Ramah, PDF & Email

RIU Hotels & Resorts adalah jaringan hotel Spanyol yang didirikan oleh keluarga Riu sebagai perusahaan liburan kecil pada tahun 1953. Didirikan di Mallorca, Spanyol, dan saat ini 49% dimiliki oleh TUI dan dijalankan oleh generasi ketiga keluarga tersebut. Mereka sekarang memiliki 6 hotel dengan lebih dari 3,000 kamar di Jamaika.

Berita itu muncul saat Menteri Pariwisata Hon Edmund Bartlett dan tim kecil menghadiri FITUR, pameran dagang perjalanan dan pariwisata internasional tahunan paling signifikan di dunia, yang saat ini sedang berlangsung di Madrid, Spanyol.

The Kementerian Pariwisata Jamaika dan lembaganya memiliki misi untuk meningkatkan dan mengubah produk pariwisata Jamaika, sambil memastikan bahwa manfaat yang mengalir dari sektor pariwisata meningkat untuk semua orang Jamaika. Untuk tujuan ini telah menerapkan kebijakan dan strategi yang akan memberikan momentum lebih lanjut untuk pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Jamaika.

Kementerian tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan ekonomi Jamaika mengingat potensi pendapatannya yang luar biasa.

Di Kementerian, mereka memimpin tugas untuk memperkuat hubungan antara pariwisata dan sektor lain seperti pertanian, manufaktur, dan hiburan, dan dengan demikian mendorong setiap orang Jamaika untuk memainkan peran mereka dalam meningkatkan produk pariwisata negara, mempertahankan investasi, dan memodernisasi. dan mendiversifikasi sektor untuk mendorong pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja bagi sesama warga Jamaika. Kementerian memandang hal ini penting bagi kelangsungan hidup dan keberhasilan Jamaika dan telah melakukan proses ini melalui pendekatan inklusif, yang didorong oleh Dewan Resor, melalui konsultasi skala luas.

Menyadari bahwa upaya kolaboratif dan kemitraan yang berkomitmen antara sektor publik dan swasta akan dibutuhkan untuk mencapai target yang ditetapkan, inti dari rencana Kementerian adalah memelihara dan membina hubungannya dengan semua pemangku kepentingan utama. Dengan demikian, diyakini bahwa dengan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan sebagai pedoman dan Rencana Pembangunan Nasional - Visi 2030 sebagai tolok ukur - tujuan Kementerian dapat dicapai untuk kepentingan semua orang Jamaika.

#jamaika

Cetak Ramah, PDF & Email

Berita Terkait

Tentang Penulis

Linda S. Hohnholz

Linda Hohnholz telah menjadi pemimpin redaksi untuk eTurboNews selama bertahun-tahun.
Dia suka menulis dan sangat memperhatikan detail.
Dia juga bertanggung jawab atas semua konten premium dan siaran pers.

Tinggalkan Komentar