24/7 eTV BreakingNewsShow : Klik tombol volume (kiri bawah layar video)
Badan Pariwisata Afrika Berita Asosiasi Berita Internasional Terbaru Breaking Travel News Bisnis perjalanan Industri Perhotelan Berita Terbaru Indonesia Rapat Berita Industri Rapat Berita Orang-orang Pariwisata Obrolan Pariwisata

Line-up Penting Buka Forum Pariwisata Global di Jakarta

KTT Pemimpin Forum Pariwisata Global
Ditulis oleh Linda S. Hohnholz

Global Tourism Forum (GTF) membuka Leaders Summit Asia pagi ini di Jakarta dan menjadi tuan rumah bagi jajaran penting pemimpin pariwisata.

Cetak Ramah, PDF & Email
  1. Leaders Summit Asia merupakan ajang internasional di bidang pariwisata dan perhotelan.
  2. KTT ini bertujuan untuk memfasilitasi penelitian pariwisata yang berkualitas untuk berbagi pencapaian dan bertukar pikiran antara pemerintah dan dunia bisnis.
  3. Global Tourism Forum adalah inisiatif dari World Tourism Forum Institute yang berbasis di London.

Leaders Summit Asia akan berlangsung hari ini dan besok, 15-16 September 2021. Ini adalah platform kolaborasi internasional yang berfokus untuk menjawab tantangan industri perjalanan. Menggabungkan upaya bersama lembaga pemerintah, pemangku kepentingan industri, dan akademisi, GTF berusaha untuk mencapai model pembangunan berkelanjutan untuk pasar perjalanan yang sedang berkembang, serta menyusun strategi untuk memastikan pertumbuhan pariwisata.

Wakil Presiden RI Prof. Ma'ruf Amin yang secara pribadi membuka KTT di Hotel Raffles Jakarta setelah sambutan dari Dr. Sapta Nirwandar, Ketua Pariwisata Indonesia; Bapak Balut Bagci, Presiden Institut Forum Pariwisata Dunia; dan Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Dr. Taleb Rifai, mantan Sekretaris Jenderal UNWTO dan sekarang Sekretaris Jenderal World Tourism Forum Institute & Pelindung Dewan Pariwisata Afrika, juga berbicara dalam upacara pembukaan.

Jajaran pembicara yang mengesankan termasuk Wakil Presiden Turki, HE Fuat Oktay; HE Dato Dato Lim Jock Hoi, Sekretaris Jenderal ASEAN; HE Mr Tony Blair, mantan PM Inggris; Alain St. Ange, mantan Menteri Pariwisata, Penerbangan Sipil, Pelabuhan & Kelautan Seychelles dan sekarang Presiden  Badan Pariwisata Afrika & Sekretaris Jenderal FORSEAA, di antara banyak pembicara terkemuka lainnya. Jajaran Menteri Pariwisata ASEAN juga akan menggelar sesi diskusi khusus.

Tokoh Pariwisata 2021 yang disebut oleh Global Tourism Forum adalah Presiden Republik Indonesia.

Forum Pariwisata Global juga memainkan peran utama dalam menarik investasi asing langsung ke negara target, dengan bekerja untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mempromosikan peristiwa strategis dan memberikan dukungan kepada investor asing yang bersedia mengalokasikan sumber daya di negara target.

Mengapa indonesia

Pariwisata di Indonesia adalah contoh utama bagaimana melakukan sesuatu dengan benar. Sektor pariwisata merupakan sumber penting mata uang asing bagi negara dan bagian penting dari perekonomian.

Indonesia terdaftar sebagai tujuan wisata paling menarik ke-20 secara global dan pertumbuhan tercepat ke-9 secara global pada tahun 2017. Banyak tujuan wisata paling populer di dunia mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2018, dengan Denpasar, Jakarta, dan Batam di antara sepuluh tujuan dengan pertumbuhan tercepat, dengan pertumbuhan 32.7, 29.2, dan 23.3 persen dari tahun ke tahun. Industri pariwisata adalah yang terbesar keempat dalam hal volume produk dan jasa yang diekspor.

Kunjungan wisman ke Indonesia meningkat 1.9% pada 2019, naik dari 16.1 juta pada 2018. Sekitar 9.73 juta wisman datang ke Indonesia pada 2015, menghabiskan rata-rata 7.5 malam di hotel dan menginap rata-rata 7.5 hari, dengan total sekitar $1,142. Pada tahun yang sama, pengunjung luar negeri ke Indonesia menghabiskan sekitar $152 per hari atau rata-rata $152.22 per hari. Salah satu dari lima sumber wisata paling signifikan ke Indonesia adalah Singapura, Malaysia, China, Australia, dan Jepang.

Indonesia menduduki peringkat ke-40 secara keseluruhan dalam Travel and Tourism Competitiveness Report 2019 dengan skor Travel and Tourism Competitiveness Index sebesar 4.3. Indonesia menempati peringkat ke-42 dari 136 negara dalam studi 2017 dengan skor 4.2. Menurut studi tersebut, industri pariwisata Indonesia memiliki peringkat daya saing harga ketiga dari 141 negara.

Cetak Ramah, PDF & Email

Tentang Penulis

Linda S. Hohnholz

Linda Hohnholz telah menjadi pemimpin redaksi untuk eTurboNews selama bertahun-tahun.
Dia suka menulis dan memperhatikan detail.
Dia juga bertanggung jawab atas semua konten premium dan siaran pers.

Tinggalkan Komentar