24/7 eTV BreakingNewsShow : Klik tombol volume (kiri bawah layar video)
budaya Berita Kesehatan Berita Berita Terbaru Thailand Pariwisata Berbagai Berita

Masjid-masjid Thailand menyambut jamaah sekali lagi

Sholat diperbolehkan lagi di masjid-masjid Thailand

Kantor Sheikul Islam (SIO) di Thailand telah menyetujui dimulainya kembali shalat di masjid-masjid di komunitas di mana setidaknya 70% dari populasi berusia 18 tahun ke atas divaksinasi terhadap COVID-19.

Cetak Ramah, PDF & Email
  1. Ada sekitar 3,500 masjid di Thailand dengan jumlah terbesar di Provinsi Pattani dan paling banyak diasosiasikan dengan Islam Sunni.
  2. Waktu salat di masjid akan dibatasi 30 menit, kecuali pada hari Jum'at ketika jamaah boleh salat selama 45 menit.
  3. Langkah-langkah kesehatan masyarakat harus diikuti termasuk memakai masker wajah, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

SIO mengeluarkan pernyataan yang mengatakan sekarang mengizinkan shalat di masjid-masjid di komunitas di mana komite Islam provinsi dan gubernur provinsi bersama-sama memutuskan untuk melonggarkan pembatasan kegiatan keagamaan.

Kantor tersebut mewajibkan anggota komite Islam di masjid dan jamaah untuk divaksinasi setidaknya sekali. Waktu salat dibatasi 30 menit dan salat Jumat tidak lebih dari 45 menit.

Menurut Kantor Sheikul Islam, peserta harus benar-benar mematuhi langkah-langkah kesehatan masyarakat dan pengumuman SIO. Sebelum masuk masjid, mereka diwajibkan untuk memeriksakan suhu tubuh, memakai masker, dan menjaga jarak 1.5 hingga 2 meter di antara setiap shaf selama salat. Gel pembersih tangan harus tersedia.

Thailand memiliki 3,494 masjid, menurut Kantor Statistik Nasional Thailand pada tahun 2007, dengan 636 masjid, terbanyak di satu lokasi, di Provinsi Pattani. Menurut Departemen Agama (RAD), 99 persen masjid diasosiasikan dengan Islam Sunni dan sisanya satu persen Islam Syiah.

Penduduk Muslim Thailand beragam, dengan kelompok etnis yang bermigrasi dari Cina, Pakistan, Kamboja, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia, serta termasuk etnis Thailand, sementara sekitar dua pertiga Muslim di Thailand adalah Melayu Thailand.

Umumnya penganut agama Islam di Thailand mengikuti adat dan tradisi tertentu yang terkait dengan Islam tradisional yang dipengaruhi oleh tasawuf. Bagi Muslim Thailand, seperti rekan seagama mereka di negara-negara mayoritas Buddha lainnya di Asia Tenggara, Maulid adalah pengingat simbolis akan kehadiran sejarah Islam di negara itu. Ini juga merupakan kesempatan tahunan untuk menegaskan kembali status Muslim sebagai warga negara Thailand dan kesetiaan mereka kepada monarki.

Iman Islam di Thailand sering mencerminkan keyakinan dan praktik Sufi seperti di negara-negara Asia lainnya seperti Bangladesh, India, Pakistan, Indonesia, dan Malaysia. Departemen Agama Islam Kementerian Kebudayaan memberikan penghargaan kepada umat Islam yang telah berkontribusi pada promosi dan pengembangan kehidupan Thailand dalam peran mereka sebagai warga negara, sebagai pendidik, dan sebagai pekerja sosial. Di Bangkok, festival utama Ngarn Maulid Klang adalah pertunjukan yang semarak bagi komunitas Muslim Thailand dan gaya hidup mereka.

Cetak Ramah, PDF & Email

Tentang Penulis

Linda Hohnholz, editor eTN

Linda Hohnholz telah menulis dan mengedit artikel sejak awal karir kerjanya. Dia telah menerapkan hasrat bawaan ini ke tempat-tempat seperti Universitas Pasifik Hawaii, Universitas Chaminade, Pusat Penemuan Anak Hawaii, dan sekarang TravelNewsGroup.

Tinggalkan Komentar