Draf Otomatis

Baca kami | Dengarkan kami | Perhatikan kami | Ikut Acara Langsung | Matikan Iklan | hidup |

Klik bahasa Anda untuk menerjemahkan artikel ini:

Afrikaans Afrikaans Albanian Albanian Amharic Amharic Arabic Arabic Armenian Armenian Azerbaijani Azerbaijani Basque Basque Belarusian Belarusian Bengali Bengali Bosnian Bosnian Bulgarian Bulgarian Catalan Catalan Cebuano Cebuano Chichewa Chichewa Chinese (Simplified) Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Chinese (Traditional) Corsican Corsican Croatian Croatian Czech Czech Danish Danish Dutch Dutch English English Esperanto Esperanto Estonian Estonian Filipino Filipino Finnish Finnish French French Frisian Frisian Galician Galician Georgian Georgian German German Greek Greek Gujarati Gujarati Haitian Creole Haitian Creole Hausa Hausa Hawaiian Hawaiian Hebrew Hebrew Hindi Hindi Hmong Hmong Hungarian Hungarian Icelandic Icelandic Igbo Igbo Indonesian Indonesian Irish Irish Italian Italian Japanese Japanese Javanese Javanese Kannada Kannada Kazakh Kazakh Khmer Khmer Korean Korean Kurdish (Kurmanji) Kurdish (Kurmanji) Kyrgyz Kyrgyz Lao Lao Latin Latin Latvian Latvian Lithuanian Lithuanian Luxembourgish Luxembourgish Macedonian Macedonian Malagasy Malagasy Malay Malay Malayalam Malayalam Maltese Maltese Maori Maori Marathi Marathi Mongolian Mongolian Myanmar (Burmese) Myanmar (Burmese) Nepali Nepali Norwegian Norwegian Pashto Pashto Persian Persian Polish Polish Portuguese Portuguese Punjabi Punjabi Romanian Romanian Russian Russian Samoan Samoan Scottish Gaelic Scottish Gaelic Serbian Serbian Sesotho Sesotho Shona Shona Sindhi Sindhi Sinhala Sinhala Slovak Slovak Slovenian Slovenian Somali Somali Spanish Spanish Sudanese Sudanese Swahili Swahili Swedish Swedish Tajik Tajik Tamil Tamil Telugu Telugu Thai Thai Turkish Turkish Ukrainian Ukrainian Urdu Urdu Uzbek Uzbek Vietnamese Vietnamese Welsh Welsh Xhosa Xhosa Yiddish Yiddish Yoruba Yoruba Zulu Zulu

Boeing 757 dengan lebih dari 120 orang di pesawat mendarat di bandara Guyana

0a1a1a-2
0a1a1a-2

Enam orang terluka setelah sebuah Boeing 757 dengan lebih dari 120 orang di dalamnya jatuh di bandara Georgetown Guyana, kata para pejabat. Pesawat itu sedang dalam perjalanan ke Kanada.

Kurang dari 20 menit setelah lepas landas, jet tujuan Toronto harus mengubah jalur dan kembali ke bandara keberangkatan karena kerusakan di udara. Awak pesawat melihat ada masalah dengan sistem hidrolik dan terpaksa mengembalikan pesawat ke Bandara Cheddi Jagan.

Namun, pendaratan darurat tersebut mengakibatkan kecelakaan, karena Boeing 757 melewati landasan pacu dan menabrak penghalang. Insiden itu menyebabkan penutupan singkat bandara tersebut, tetapi sekarang telah dibuka kembali, menurut media lokal.

Foto-foto dramatis telah beredar di media sosial yang menunjukkan lokasi kecelakaan itu. Salah satu turbin pesawat terlihat rusak parah setelah menabrak pagar.

Enam dari 128 orang di dalam pesawat, termasuk awak pesawat, menderita luka yang tidak mengancam jiwa, kata menteri infrastruktur publik, David Patterson, seperti dikutip media setempat.

Pesawat itu berusia 19 tahun, menurut Flight Alerts. Insiden itu terjadi tak lama setelah Boeing 737 MAX 8 - jet canggih milik perusahaan - jatuh di Indonesia, menewaskan 189 orang di dalamnya.