Draf Otomatis

Baca kami | Dengarkan kami | Perhatikan kami | Ikut Acara Langsung | Matikan Iklan | hidup |

Klik bahasa Anda untuk menerjemahkan artikel ini:

Afrikaans Afrikaans Albanian Albanian Amharic Amharic Arabic Arabic Armenian Armenian Azerbaijani Azerbaijani Basque Basque Belarusian Belarusian Bengali Bengali Bosnian Bosnian Bulgarian Bulgarian Catalan Catalan Cebuano Cebuano Chichewa Chichewa Chinese (Simplified) Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Chinese (Traditional) Corsican Corsican Croatian Croatian Czech Czech Danish Danish Dutch Dutch English English Esperanto Esperanto Estonian Estonian Filipino Filipino Finnish Finnish French French Frisian Frisian Galician Galician Georgian Georgian German German Greek Greek Gujarati Gujarati Haitian Creole Haitian Creole Hausa Hausa Hawaiian Hawaiian Hebrew Hebrew Hindi Hindi Hmong Hmong Hungarian Hungarian Icelandic Icelandic Igbo Igbo Indonesian Indonesian Irish Irish Italian Italian Japanese Japanese Javanese Javanese Kannada Kannada Kazakh Kazakh Khmer Khmer Korean Korean Kurdish (Kurmanji) Kurdish (Kurmanji) Kyrgyz Kyrgyz Lao Lao Latin Latin Latvian Latvian Lithuanian Lithuanian Luxembourgish Luxembourgish Macedonian Macedonian Malagasy Malagasy Malay Malay Malayalam Malayalam Maltese Maltese Maori Maori Marathi Marathi Mongolian Mongolian Myanmar (Burmese) Myanmar (Burmese) Nepali Nepali Norwegian Norwegian Pashto Pashto Persian Persian Polish Polish Portuguese Portuguese Punjabi Punjabi Romanian Romanian Russian Russian Samoan Samoan Scottish Gaelic Scottish Gaelic Serbian Serbian Sesotho Sesotho Shona Shona Sindhi Sindhi Sinhala Sinhala Slovak Slovak Slovenian Slovenian Somali Somali Spanish Spanish Sudanese Sudanese Swahili Swahili Swedish Swedish Tajik Tajik Tamil Tamil Telugu Telugu Thai Thai Turkish Turkish Ukrainian Ukrainian Urdu Urdu Uzbek Uzbek Vietnamese Vietnamese Welsh Welsh Xhosa Xhosa Yiddish Yiddish Yoruba Yoruba Zulu Zulu

AS untuk berhenti mengeluarkan visa bagi warga Kamboja, Eritrea, Guinea dan Sierra Leone

0a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1-13
0a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1a1-13

Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan berhenti mengeluarkan jenis visa tertentu untuk warga Kamboja, Eritrea, Guinea dan Sierra Leone, karena penolakan mereka untuk mengambil kembali warga yang dideportasi.

Kebijakan baru diletakkan di kabel Departemen Luar Negeri oleh Menteri Luar Negeri Rex Tillerson pada hari Selasa. Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert membenarkan bahwa pembatasan telah diberlakukan di keempat negara mulai Rabu, menurut AP.

Pembatasan tersebut pertama kali dibahas oleh pejabat AS bulan lalu, setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri merekomendasikan Departemen Luar Negeri untuk mengambil tindakan terhadap keempat negara tersebut atas penolakan mereka untuk bekerja sama dengan kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.

Dalam pengumumannya tentang sanksi visa, DHS mengatakan keempat negara tersebut belum bisa diandalkan dalam mengeluarkan dokumen perjalanan bagi warganya. Karena alasan ini, "ICE telah dipaksa untuk melepaskan ke Amerika Serikat sekitar 2,137 Guinea dan 831 warga negara Sierra Leone, banyak dengan hukuman pidana."

DHS mengatakan ada sekitar 700 warga Eritrea yang tinggal di AS dengan perintah penghapusan terakhir. Lebih dari 1,900 warga negara Kamboja juga tunduk pada perintah penghapusan terakhir, dari 1,412 di antaranya telah divonis pidana.

Bagi warga Kamboja, pembatasan bisnis dan pariwisata hanya akan mempengaruhi pejabat kementerian luar negeri dengan jabatan direktur jenderal ke atas, bersama dengan keluarga mereka.

Kedutaan Besar AS di Eritrea akan berhenti mengeluarkan visa bisnis dan pariwisata untuk warga Eritrea, dengan "pengecualian terbatas," katanya dalam sebuah pernyataan.

Negara Guinea di Afrika Barat mengatakan pembatasan baru pada bisnis, pariwisata dan visa pelajar hanya akan mempengaruhi pejabat pemerintah dan anggota keluarga dekat.

"Kami semua terkejut dengan keputusan pihak berwenang Amerika atas keputusan pihak berwenang Amerika, tetapi menteri luar negeri saat ini sedang bekerja sehingga situasi kembali normal," kata juru bicara pemerintah Guinea Damantang Albert Camara kepada Reuters.

Di Sierra Leone, pembatasan visa bisnis dan pariwisata akan mempengaruhi kementerian luar negeri dan pejabat imigrasi.

Visa yang sudah diberikan tidak terpengaruh oleh aturan baru.

Ada belasan negara lain, di antaranya Cina, Kuba, Vietnam, Laos, Iran, Burma, Maroko, dan Sudan Selatan, terdaftar sebagai bandel dalam menerima orang yang dideportasi. Undang-undang federal mengizinkan Departemen Luar Negeri untuk menghentikan semua atau jenis visa tertentu yang dikeluarkan untuk negara-negara tersebut.

Contoh terbaru terjadi pada Oktober 2016, ketika pemerintahan Obama berhenti mengeluarkan visa kepada pejabat pemerintah Gambia dan keluarganya, karena pemerintah tidak menarik kembali orang-orang AS yang dideportasi dari Gambia.